Sarmuji Tekankan Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

- Editor

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri masyarakat, petani, pelaku UMKM pangan, serta tokoh masyarakat setempat di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Blitar, Minggu 14 Desember 2025.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri masyarakat, petani, pelaku UMKM pangan, serta tokoh masyarakat setempat di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Blitar, Minggu 14 Desember 2025.

Blitar, Siaran Indonesia — Anggota DPR RI M. Sarmuji menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional tidak dapat dilepaskan dari pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihadiri masyarakat, petani, pelaku UMKM pangan, serta tokoh masyarakat setempat di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Blitar, Minggu 14 Desember 2025.

Menurut Sarmuji, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam membangun kemandirian pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia menilai ketahanan pangan bukan semata persoalan produksi, tetapi juga menyangkut kedaulatan, keadilan distribusi, serta keberpihakan negara kepada rakyat.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kebijakan pangan, mulai dari perlindungan petani, akses pupuk, hingga harga hasil panen yang adil,” ujar Sarmuji yang juga anggota MPR RI.

Sarmuji menjelaskan, dalam konteks UUD 1945, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin kesejahteraan rakyat, termasuk ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan pangan tidak berhenti pada tataran regulasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keutuhan NKRI melalui pemerataan pembangunan sektor pertanian dan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Ketimpangan antarwilayah, kata dia, berpotensi mengganggu stabilitas sosial apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang berpihak pada daerah.

“Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah petani menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, stabilitas harga gabah saat panen, serta dukungan alat dan teknologi pertanian.

Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kepastian kebijakan agar petani lebih sejahtera dan tidak terus berada pada posisi yang rentan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sarmuji menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan petani di tingkat nasional.

“Aspirasi para petani ini akan saya kawal dan perjuangkan di DPR. Ketahanan pangan tidak akan terwujud jika petaninya tidak sejahtera. Negara harus hadir dan memastikan kebijakan pangan berpihak kepada mereka,” pungkas Sarmuji.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang dialog konstruktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang berdaulat dan berkeadilan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

CPH Desak KPK Supervisi Penanganan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara
Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional
KAHMI Luncurkan Logo HUT ke-60, Tegaskan Komitmen untuk Kedaulatan Bangsa
CPH Desak Kajati Maluku Utara Baru Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Rp139 Miliar
Dody: Loyalitas, Integritas, dan Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Fondasi Kinerja Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang
Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional
GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:51 WIB

Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:40 WIB

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:09 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Berita Terbaru