PKM Seminar Parenting IAI Jamiat Kheir: Bangun Ketangguhan Mental Anak di Era Digital

- Editor

Senin, 8 Desember 2025 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com- Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Jamiat Kheir (IAIJ) menyelenggarakan Seminar Parenting sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Membangun Kesehatan dan Ketangguhan Mental Anak di Era Digital” bertempat di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Selatan, Ahad, 07 Desember 2025.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang antusias mengikuti seluruh sesi.

Dalam keynote speech, Dr. Hariyadi, M.Pd., menegaskan bahwa IAI Jamiat Kheir tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi ilmu, memberi manfaat, dan mengabdi kepada masyarakat.

Beliau memberikan peringatan tegas kepada para orang tua agar menjaga dan mengontrol interaksi anak dengan gadget.

Gadget, menurutnya, bukan sekadar alat hiburan, tetapi dapat menjadi sumber perilaku negatif bila tidak diawasi.

“Jangan sampai gadget menjadi sebab pudarnya akhlak dan berubahnya perilaku anak. Orang tua harus tetap menjadi pengarah, bukan menyerahkan tumbuh kembang anak kepada gawai,” ujarnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Ustadzah Yetti Purnawati, S.Pd., M.Pd., yang mengajak para orang tua memahami pentingnya menanamkan resiliensi, empati, dan kemampuan problem solving pada anak sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa perubahan zaman menuntut orang tua lebih peka terhadap perasaan, kebutuhan, dan dinamika psikologis anak. Dengan resiliensi yang kuat, anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang terarah, mampu menghadapi tekanan, dan tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif lingkungan digital.

Melengkapi materi tersebut, dr. Yul Rizal, S.Pd., MARS, menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai terkait gangguan fisik dan perubahan perilaku akibat penggunaan gadget yang berlebihan.

Ia menekankan bahwa deteksi dini oleh orang tua sangat penting agar masalah tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Menurutnya, perubahan pola tidur, keluhan mata, mudah marah, serta menarik diri dari lingkungan dapat menjadi indikator awal.

Tak kalah menarik, para mahasiswa turut memberikan materi aplikatif yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga sehari-hari.

Zahwa Mawani Sahna menekankan bahwa anak bukan hanya ingin didengar, tetapi juga ingin dipahami. Ia mengingatkan para orang tua untuk tidak terburu-buru menasihati ketika anak mengeluh, melainkan memahami akar masalah terlebih dahulu.

Ia juga menyampaikan cara mengenali emosi anak, membangun kepercayaan melalui janji kecil dan waktu khusus, serta teknik sederhana mengelola emosi seperti pernapasan 4-4-6.

Sementara itu, Muhammad Maulana Adnani mengibaratkan anak sebagai pohon kecil yang masih mudah dibentuk. Menurutnya, semakin dini orang tua mendampingi kesehatan mental anak, semakin mudah arah pembentukannya.

Ia menekankan pentingnya dukungan emosional orang tua—seperti perhatian, empati, dan kehangatan—yang dapat menjadi benteng kuat dalam mencegah gangguan mental pada anak.

Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Ridwan, selaku RW setempat, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kegiatan yang diadakan oleh IAI Jamiat Kheir.

Ia menilai bahwa ilmu parenting sangat penting di tengah tantangan digital saat ini dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar makin banyak orang tua yang mendapatkan edukasi.

Adapun para petugas kegiatan terdiri dari:

MC: Adam Muqtadir & Ulviani Zahrotunnisa
Moderator: Muhammad Abby Rifky
Operator: Muhammad Abdul Mugist
Dokumentasi: Humaidi & Parid Harja
Koordinasi Lapangan: Supriadi
Ketua Pelaksana: Sabar Prayitno
Serta diperkuat oleh seluruh mahasiswa semester 5 Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen IAI Jamiat Kheir dalam mengabdi kepada masyarakat dengan memberikan edukasi yang relevan, solutif, dan berdampak langsung bagi keluarga di era digital.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia
Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan
Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Milad 10th Pergerakan PRIMAGO, 1 Dekade Tumbuh Berkembang dan Bermanfaat Tanpa Batas

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:48 WIB

Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:18 WIB

Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57 WIB

BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Milad 10th Pergerakan PRIMAGO, 1 Dekade Tumbuh Berkembang dan Bermanfaat Tanpa Batas

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:02 WIB

Primagen Genetic Mapping Program Sosialisasikan Program Pemetaan SDM & Pengembangan Minat, Bakat dan Potensi Diri Santri di Pondok Pesantren Daarul Muttaqien Parung Bogor

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:59 WIB

SMA PGRI 1 Jakarta Gelar Family Gathering 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Berita Terbaru