KODE: Penugasan Gibran di Papua Bisa Jadi Game Changer, Asal Tak Ulang Pola Elitis

- Editor

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Pemerintah tengah memfinalkan surat tugas Presiden Prabowo Subianto kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memimpin percepatan pembangunan dan penanganan isu Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut ada peluang kantor wakil presiden akan dibuka di Papua agar Gibran dapat bekerja langsung.

Direktur Eksekutif Komunitas Demokrasi (KODE) Papua, Toenjes Swansen Maniagasi (TSM) menilai langkah menempatkan wakil presiden di Papua adalah terobosan yang baik, bukan saja menjadikan warga Papua Asli sebagai subjek pembangunan, tetapi mampu meredam gesekan sosial antar wilayah adat, dengan catatan pelibatan tokoh-tokoh netral dan representatif dari adat.”

“Gaya komunikatif Gibran dan perhatian Jokowi selama menjabat presiden ke masyarakat Papua sangat kuat dan ini menjadi modal awal mas Gibran diterima luas, khususnya oleh kelompok muda dan pelaku ekonomi kerakyatan”, tegas TSM dalam keterangannya pada awak media, Jumat (4/7).

Namun ia mewanti-wanti Gibran agar tidak kembali terperangkap pada kecenderungan elitisme sebagaimana 10 tahun pemerintahan Jokowi.

“Jangan ulangi pendekatan masa lalu yang membuat rakyat Papua merasa jadi objek, bukan subjek pembangunan. Lima tahun ke depan adalah momentum emas membangun Papua dengan wajah baru: inklusif, transparan, dan bermartabat. Kalau ini berhasil, maka akan menjadi game changer dalam relasi pusat Papua”, ungkap TSM.

TSM mendorong mas Gibran untuk melakukan pendekatan berbeda, dengan cara:

Pertama, memperluas kanal partisipasi dengan membuka forum dengar pendapat sehingga bisa menjangkau kampung-kampung, gereja, organisasi perempuan, pemuda, dan adat. Artinya bukan hanya lingkaran figur lama.

Kedua, kebijakan berbasis data akar rumput. Tim Wapres mesti memetakan masalah lapangan terutama kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan trauma kekerasan sebelum merumuskan program.

Ketiga, rekrutmen tokoh netral dan lintas sub-kultur sehingga bisa menghapus atau mengurangi ketegangan atau perkelahian antar warga.

Keempat, memperketat pengawasan anggaran dan penyerapannya. Sebagai pembelajaran, besarnya pendapatan seperti APBD Papua Tengah namun kinerja realisasi belanja masih rendah.

Modal Sosial Gibran

Pada masa kampanye Pilpres 2024, Gibran menegaskan “Papua tidak boleh ditinggal, Papua harus terus dibangun.” Menjaga warisan Jokowi yang selama menjabat 19 kali berkunjung ke Papua perlu dilakukan dengan mendengarkan aspirasi rakyat Papua.

Namun TSM mengingatkan bahwa kunjungan Jokowi menjadi tidak bermakna sebab tingkat kekerasan di Papua justru meningkat. “Saya lihat data Komnas HAM Papua, sepanjang semester I 2025 terdapat 75 korban kekerasan, tentu ini harus menjadi tantangan bagi Gibran”, imbuh TSM.

Menurut TSM, keberhasilan Gibran akan sangat ditentukan oleh:

Pertama, penyelesaian kasus HAM prioritas Papua, baik secara yudisial maupun rekonsiliasi, bukan semata pendekatan ekonomi.

Kedua, reformasi tata kelola keamanan agar pendekatan militeristik digantikan pola perlindungan sipil berbasis kearifan lokal.

Ketiga, transparansi realisasi anggaran dan publikasi rutin serapan dana Otsus, infrastruktur, dan dana desa (dana kampung) di portal terbuka.

Keempat, monitoring independen melibatkan Komnas HAM, BRIN, perguruan tinggi Papua, dan organisasi masyarakat sipil.

Atas dasar inilah, TSM mendorong agar Wapres Gibran mengajak OAP: pemimpin adat, gereja, perempuan dan pemuda untuk terlibat dalam pembangunan daerah; membentuk tim khusus pendampingan APBD/DAK; guna meredam konflik bersenjata berulang maka diperlukan dialog terpusat disatu tempat misalnya Wamena dengan fasilitator independent – moratorium operasi ofensif selama dialog; dan bagi warga atau korban trauma pelanggaran HAM maka kehadiran Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi berbasis provinsi perlu diadakan, dan sebagainya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

IKAHI Gelar Seminar Nasional HUT ke-73, Bahas Implementasi Pidana Non-Penjara
Perkuat Khidmat Global, Lembaga Dakwah PBNU Gelar Silaturahmi Virtual bersama Dai Go Global dan PCINU Lintas Negara
Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026
Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan
Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam
Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global
Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:26 WIB

IKAHI Gelar Seminar Nasional HUT ke-73, Bahas Implementasi Pidana Non-Penjara

Selasa, 21 April 2026 - 06:52 WIB

Perkuat Khidmat Global, Lembaga Dakwah PBNU Gelar Silaturahmi Virtual bersama Dai Go Global dan PCINU Lintas Negara

Senin, 20 April 2026 - 11:10 WIB

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026

Senin, 20 April 2026 - 10:35 WIB

Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Berita Terbaru