Buku Mengarungi Jejak Merajut Asa, Komprehensif dari A-Z Bahas Indonesia-Tiongkok

- Editor

Jumat, 23 Mei 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menjadi tuan rumah peluncuran buku “Mengarungi Jejak Merajut Asa, 75 Tahun Indonesia Tiongkok” yang diterbitkan IRCiSoD pada hari Kamis, 22 Mei 2025. Sebuah buku yang memotret dengan sangat komprehensif hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok.

Selaku inisiator dan penulis buku, Budy Sugandi menyampaikan pentingnya memperkokoh hubungan kedua negara “Poros Jakarta dan Beijing perlu diperkuat, terutama dalam momentum bersejarah ini. Jika ini benar-benar mampu kita optimalkan, saya yakin kedua negara ini semakin kuat dan maju”, papar Budy yang juga merupakan Wasekjen PP GP Ansor.

Ahmad Munji selaku salah satu penulis juga bercerita tentang bab yang ditulisnya. “Saya menulis tentang kerja sama ekonomi-politik, kemitraan strategis komprehensif dan BRICS, semoga bisa menjadi referensi tambahan bagi penikmat isu internasional”, jelas Munji yang merupakan alumni Doktor dari Marmara University Turki.

Pada sambutannya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Yardan menyebut bahwa Semarang merupakan tempat yang penting untuk merilis buku ini karena Semarang merupakan kota yang menjadi bagian penting dalam sejarah panjang hubungan Indonesia Tiongkok.

“Saya sangat antusias untuk menjadi tuan rumah dari peluncuran buku ini. Karena Semarang memiliki sejarah yang pajang dalam relasi Indonesia-Tiongkok. Buku ini bisa menjadi pengingat kepada kita bahwa kerja sama antar negara dan etnis sudah mendarah daging dalam sejarah kita sebagai bangsa Indonesia” katanya.

Dalam buku tersebut terangkum tiga tema penting, politik dan hukum, ekonomi dan sosial dan budaya. Semuanya diulas dengan lugas oleh para penulis dengan bahasa yang ringan. Buku ini juga memotret perkembangan akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa seperti yang terjadi di masyarakat Semarang, tempat laksamana Cheng Ho pertama kali menambatkan jangkarnya.

Avivah Ve, editor dari Diva grup yang menerbitkan buku ini, mengatakan dirinya merasa beruntung menjadi bagian dalam penerbitan buku ini. Menurutnya ini adalah buku paling bergengsi yang pernah dia kerjakan sehingga dia harus ekstra hati-hati dalam menyelesaikannya. “Sepanjang karier saya sebagai editor, ini adalah pengalaman paling menantang. Karena saya harus begitu hati-hati mengeja kata demi kata,” ujarnya saat memberikan paparan proses editing buku ini.

Sementara itu, Ali Romdhoni salah satu pembicara dalam acara tersebut yang juga pernah menempuh studi di Tiongkok, mengatakan bahwa buku ini menjadi jembatan untuk memahami dinamika hubungan panjang antara Indonesia dan Tiongkok. “kalau kalian ingin mengetahui bagaimana dinamika hubungan Indonesia dan Tiongkok, ini adalah buku yang paling tepat” kata Dhoni yang juga merupakan dosen di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Berbeda dengan dua pembicara sebelumnya, Betari Imashita, ketua KOPRI PKC PMII Jawa Tengah yang sangat mengagumi Tiongkok menyebut hasratnya untuk belajar ke negeri Tiongkok itu semakin bergejolak. “Ketika saya membaca beberapa bagian dari buku ini, saya semakin termotivasi untuk belajar ke Tiongkok. Mempelajari budaya mereka dengan lebih dalam” ujar perempuan yang akrab dipanggil Betari itu.

Dibanjiri oleh peserta uang merupakan mahasiswa, jurnalis dan umum, peluncuran buku ini menarik perhatian banyak pihak. Turut hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Mokh Sya’roni, Kepala Sub Bagian Administrasi, Samidi dan jajaran penjabat di lingkungan Fakultas.

Komentar Facebook

Berita Terkait

CPH Desak KPK Supervisi Penanganan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara
Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional
KAHMI Luncurkan Logo HUT ke-60, Tegaskan Komitmen untuk Kedaulatan Bangsa
CPH Desak Kajati Maluku Utara Baru Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Rp139 Miliar
Dody: Loyalitas, Integritas, dan Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Fondasi Kinerja Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang
Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional
GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:51 WIB

Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:40 WIB

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:09 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Berita Terbaru