FGMI Meminta Agar KASN Dan Polri Menegur Novel Baswedan Atas Statementnya Terhadap KPK

- Jurnalis

Sabtu, 29 Juli 2023 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Forum Generasi Milenial Indonesia (FGMI) menanggapi statement Novel Baswedan yang menyebut Pimpinan KPK tidak bertanggung jawab di tengah polemik yang terjadi di kasus OTT Basarnas.

“Statement Novel dapat memecah belah hubungan antar lembaga, karena seorang ASN di Polri yang secara etik tidak boleh berkomentar terhadap lembaga lain di ruang publik. Apalagi komentarnya selalu tendensius”, kata Ketua Umum FGMI Muhamad Suparjo SM saat dihubungi oleh media, Sabtu (29/7/2023).

“Selaku ASN Novel ini sudah berulang kali membuat tuduhan-tuduhan yang sangat serius terhadap lembaga KPK. Dia ini kan bukan pengamat tidak semestinya berperilaku seperti pengamat. Seharusnya KASN memeriksa Novel karena sudah banyak melanggar kode etik ASN”, tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa Pimpinan KPK sedang melaksanakan tugasnya di Manado, Sulawesi Utara. Agenda Pimpinan KPK meliputi rapat mendengar pendapat terkait pemberantasan korupsi dengan seluruh Kepala Daerah di Sulawesi Utara dan seluruh anggota DPRD. Lalu agenda kampanye anti korupsi di TVRI, dan pendidikan anti korupsi di Universitas Samratulangi dalam rangka Dies Natalis yang ke 65. Rencana kegiatan Pimpinan KPK di Manado, Sulawesi Utara sempat mengalami penundaan dan pembatalan sebanyak lima kali dan kegiatan tersebut baru dapat dilaksanakan pada Minggu ini. Karena sebelumnya KPK belum pernah melaksanakan kegiatan di Sulawesi Utara.

“Kunjungan Pimpinan KPK ke Sulawesi Utara sangat jelas dengan berbagai agenda terkait pemberantasan korupsi, dan itupun sudah ditunda dan dibatalkan selama lima kali sebelumnya. Tapi Novel menyebut itu bagian dari menghindar di tengah polemik OTT Basarnas sampai menyebut bahwa Pimpinan KPK seorang ahli siasat. Menurut saya tuduhan Novel sangat serius dan sangat tendensius terlebih lagi dia seorang ASN di Polri”, ungkap Suparjo.

Suparjo juga mengecam pernyataan Novel yang menyebut bahwa Pimpinan KPK malah meresmikan gedung dan bermain Badminton di tengah polemik OTT Basarnas. Novel juga menyebut itu bukan bagian dari tugas KPK.

Terkait peresmian gedung, Richard Maenaky meminta Pimpinan KPK untuk menandatangani Prasasti gedung olahraga Richard Maenaky. Itu sebuah agenda dadakan dan kejutan yang dibuat oleh Richard Maenaky.

Pimpinan KPK datang ke Gor Richard Maenaky setelah shalat Maghrib sekitar pukul 18.30 WITA, dan diminta menandatangani Prasasti oleh Richard Maenaky.

Pasalnya, Richard Maenaky adalah seorang pahlawan Bulutangkis Indonesia yang meciptakan para peraih medali Olympiade dan Asian Games. Jadi semua dilakukan sebagai penghargaan kepada Richard Maenaky, karena Richard Maenaky telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

“Novel berbicara atas dasar ketidaktahuannya dan kurangnya informasi. Dia harus tahu bahwa peresmian gedung itu sebagai sebuah penghargaan terhadap Richard Maenaky sebagai pahlawan Bulutangkis Indonesia. Dan pimpinan KPK diminta oleh Richard Maenaky untuk menandatangani Prasasti. Masa diminta tanda tangan menolak, kan gak mungkin? Apalagi Richard Maenaky seorang pahlawan Bulutangkis Indonesia. Jadi itulah informasi yang sebenarnya yang perlu Novel ketahui”, ungkap Suparjo.”

“Temen-temen semua harus tahu, Richard Maenaky ini yang membina para atlet Bulutangkis dan banyak para atlet yang meraih juara intenasional dari tangannya. Makanya kalau bukan kita siapa lagi yang menghargai jasa anak bangsa ini. Dan Novel tidak tahu informasi itu makanya statementnya juga ngawur”, tegasnya.

Lebih lanjut, Suparjo selaku Civil Society meminta kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan juga kepada Pimpinan Polri agar memberi teguran atas kelakuan Novel Baswedan yang berstatus sebagai ASN di Polri. Pasalnya Novel telah berulang kali membuat statement-statement yang tendensius terhadap lembaga lain.

“Kami selaku masyarakat sivil meminta kepada KASN dan juga Pimpinan Polri untuk menegur saudara Novel agar tidak membuat statement di ruang publik tanpa persetujuan pimpinannya. Karena Polri maupun KPK adalah milik kita bersama dan harus saling menjaga satu sama lain”, tutup Suparjo kepada awak media, Sabtu (29/7/2023).

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Kemenag: Kuota Prioritas Lansia Sebesar 5 Persen Tidak Terserap Semua
Islamadina Bayana, Aktif Beri Bantuan di Dalam dan Luar Negeri
Menuju Indonesia Emas 2045, Tia Rahmania Sebut Tantangan Perempuan Makin Banyak
Nelayan Tidak Melaut, Babinsa Koramil-02 Penjaringan Ajak Berkebun Urban Farming
Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng
Ketum APTIKNAS: Selamat Ulang Tahun BNPT RI Ke-14
Menteri Agama Lantik Dr. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., Menjadi Kepala Kanwil Kemenag DIY
Hattrick, Kemenag di Era Gus Men Raih Tiga Kali WTP

Berita Terkait

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:08 WIB

Relawan Indonesia: Gaza Sangat Membutuhkan Tenaga Medis

Selasa, 4 Juni 2024 - 09:10 WIB

Palestina Kian Memburuk, Menlu Retno Sampai 6 Prioritas Dukungan Indonesia

Rabu, 15 Mei 2024 - 19:24 WIB

Pengaruh AS Melemah, Dunia Butuh Penyeimbang China

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:38 WIB

MER-C Desak Israel Segera Hentikan Serangan ke Rafah Gaza Selatan

Minggu, 28 April 2024 - 12:49 WIB

Pengurus Kwarnas Budy Sugandi Hadiri 11th Asia-Pacific Regional Scout Leaders Summit di Bangkok

Minggu, 31 Maret 2024 - 08:52 WIB

Bantu Pengungsi Palestina di Yordania, Para Relawan Indonesia Bentuk Care PETRA

Kamis, 28 Maret 2024 - 00:18 WIB

Resolusi DK PBB Tak Dihirau Israel dan Lanjutkan Pembantaian

Selasa, 5 Maret 2024 - 10:43 WIB

Melihat Wajah Mewah TIMNAS, Misi Lolos Round 2 Kualifikasi World Cup Bisa Tercapai

Berita Terbaru

Daerah

Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng

Kamis, 18 Jul 2024 - 05:34 WIB