Mahasiswa Sulap Limbah Tahu dan Kotoran Sapi Jadi Biogas dalam Waktu Singkat

- Editor

Kamis, 28 Maret 2024 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kepala Subdit Penyiapan Program Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Trois Dilisusendi, menyampaikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) ditargetkan sudah terpasang 489,8 juta meter kubik pada tahun 2025. Nyatanya hingga tahun 2022 pemanfaatan PLTBg hanya sekitar 47,72 juta atau 9,7% yang dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, komunal dan industri.

Dalam sebuah penelitian, proses produksinya yang memakan waktu cukup lama yaitu berkisar 30 hari, dianggap masih menjadi kendala utama dalam lambatnya penerapan energi alternatif tersebut (Mago, 2020). Selain itu, keterbatasan teknologi dalam proses produksi dimana teknologi konvensional tabung biogas hanya mampu menghasilkan suhu panas yang mencapai batas 37 derajat celcius.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan plat merah PT Pertamina (Persero), berkolaborasi dengan Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina (UPER) melalui program Desa Berdikari Sobat Bumi (DEB SOBI) dalam mengembangkan reaktor biogas sebagai kebutuhan rumah tangga di Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor. Inovasi tersebut turut menggandeng mahasiswa UPER sebagai inisiator.

“Dikenal sebagai desa yang dapat memproduksi hingga 2.000 tahu dalam sehari, pengelolaaan limbah hasil tahu di Desa Bojongkulur belum dilakukan secara optimal. Melalui riset yang ada, kami mencoba mengelola limbah tahu tersebut agar dapat digunakan sebagai energi biogas,” ujar Yama, Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Pertamina dalam wawancara daring.

Program pengelolaan limbah tahu yang telah berjalan sejak Januari 2024 ini telah menghasilkan 1,7 meter kubik reaktor biogas. “Dalam menghasilkan biogas, kami juga mencampurkan kotoran sapi sebagai aktivasi bakteri. Kemudian prosesnya melalui dua tahapan yaitu tahap inokulasi, berupa proses memasukkan kotoran sapi ke dalam reaktor yang diendapkan selama 4-5 hari. Ketika sudah menghasilkan gas metana, kami mulai masuk ke tahap kedua adaptasi yaitu memasukkan umpan limbah tahu secara perlahan hingga mencapai target yaitu 750 liter per hari,” tambah Yama.

Proses produksi biogas tersebut juga dibantu oleh alat pemanas berupa panel surya untuk mendapatkan bakteri yang dapat mengolah limbah tahu menjadi biogas dalam waktu yang relatif lebih singkat. Hal tersebut dikarenakan panel surya membantu memanaskan tabung reaktor hingga mencapai suhu 50 derajat celcius yang dapat meningkatkan aktivitas bakteri dalam mengolah limbah tahu menjadi biogas.

Pada akhirnya pengembangan biogas DEB SOBI tersebut dapat menghasilkan biogas yang lebih cepat hingga 2 kali daripada teknologi konvensional. Selain itu, biogas yang berasal dari 750 liter limbah tahu tersebut telah dimanfaatkan oleh dua rumah tangga dan akan dipasang secara bertahap untuk kebutuhan produksi tahu di Desa Bojongkulur.

Proses pengembangan energi biogas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari rektor Universitas Pertamina. “Didukung dengan pembelajaran yang berorientasi dalam menjawab berbagai tantangan secara holistik, mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan berbasis pembangunan berkelanjutan. Seperti melalui mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan yang mendorong mahasiswa untuk kreatif dan kritis dalam menjawab permasalahan secara nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik mahasiswa untuk terus menjadi agen perubahan yang memberikan kebermanfaatan ditengah masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional
PCNU Kota Tangerang Gelar Muskercab, Tekankan Kemandirian dan Konsolidasi Organisasi
Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah
Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Gelar Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Kolaborasi dan Penguatan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Melalui Program Perkemahan Madrasah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:52 WIB

SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:05 WIB

LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Perkuat Identitas Sekolah, SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gandeng Konsultan Branding Sekolah Alumni Gontor

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:25 WIB

SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:21 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SMP Islam Al-Alaq Hadirkan Konsultan PRIMAGEN Tes Minat Bakat Di Character Building Camp 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Merawat Harapan dan Senyum Anak-Anak Manggarai di Tengah Masa Pemulihan

Berita Terbaru