FGMI Apresiasi KPK Selamatkan Uang Negara Rp 16,27 Triliun Pada Semester I 2023

- Editor

Rabu, 16 Agustus 2023 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Dalam siaran persnya, Forum Generasi Milenial Indonesia (FGMI) memberi apresiasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 16,27 Triliun pada semester pertama di tahun 2023.

“Kami selaku civil society dan juga penggerak anti korupsi sangat mengapresiasi capaian dan prestasi KPK di semester pertama tahun 2023, karena telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 16,27 Triliun dari para pelaku tindak pidana korupsi yang membebani warga dan negara”, kata Muhamad Suparjo SM dalam siaran persnya kepada awak media, Kamis (15/8).

“KPK yang sangat masif melakukan penindakan pada semester pertamanya di tahun 2023 membuahkan hasil yang luar biasa sehingga kas negara yang disalahgunakan oleh para pelaku korup dapat diselamatkan. Menurut kami, ini sebuah prestasi KPK yang tidak terbantahkan”, tambahnya.

Lebih lanjut, Suparjo mengatakan hal terebut dapat dicapai oleh KPK berkat kinerja para jajaran KPK yang profesional. Salah satu yang menunjang selamatnya uang negara sebesar Rp 16,27 Triliun adalah berkat kerja Kedeputian Koordinasi dan Superevisi KPK.

Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK mempunyai tugas dan kewenangan untuk melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik. Kedeputian ini juga berwenang melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tipikor.

“Kami juga apresiasi kinerja Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK, karena berkat tugas dan kewenangan kerjanya uang negara sebesar Rp 16,27 Triliun dapat diselamatkan”, ungkap Suparjo.

Adapun rincian pekerjaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti yang dikatakan oleh Ketua KPK Firli Bahuri pada Konferensi Pers Kinerja KPK Semester I 2023, yakni yang pertama sertifikasi barang milik daerah sebesar Rp8,1 triliun, kemudian penyelamatan barang milik daerah sebesar Rp1,95 triliun.

Berikutnya penertiban kendaraan dinas sebesar Rp227 miliar, penertiban prasarana dan sarana umum sebesar Rp4,7 triliun, dan optimalisasi pajak sebesar Rp1,7 triliun.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah
Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Gelar Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Kolaborasi dan Penguatan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Melalui Program Perkemahan Madrasah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN
Dua Tahun Prabowo: Konsolidasi Kekuasaan dan Ujian Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Melawan “Pabrik Kecanduan” di Saku Anak Kita

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Berita Terbaru