BMI: Perpres Dana Desa Abaikan Perjuangan SBY

- Editor

Senin, 20 Desember 2021 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kepala Desa serta Pemerintah Desa kini menjadi resah pasca turunnya Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022. Perpres tertanggal 29 November 2021 itu mengatur rincian APBDes, khususnya Dana Desa (DD) yang dianggap menabrak sistem perencanaan desa yang sudah berjalan.

Keresahan terjadi pada Pasal 5 Ayat (4) yang berbunyi: Dana Desa sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf b ditentukan penggunaan untuk: a. program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai desa paling sedikit 40% (empat puluh persen); b. program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 2Ooh (dua puluh persen); c. dukungan pendanaan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) paling sedikit 8% (delapan persen), dari alokasi Dana Desa setiap desa; dan d. Program sektor prioritas lainnya.

Pasal tersebut membuat kewenagan desa terpangkas hingga 68 %, artinya musyawarah RPJM Desember tidak berfungsi lagi masing-masing Nagari sudah penetapan Rencana Kegiatan Desa sudah ditetapkan peraturan presiden 104 Tahun 2021 yang terlalu mengintervensi penggunaan dana desa bukan pada yang sudah ditetapkan musyawarah desa.

“Langkah ini jelas-jelas mengebiri demokrasi yang baik di desa yang berjalan dengan musyawarah dan mufakat,” kata Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi, Minggu (29/12/2021).

Presiden Joko Widodo yang kata kepala desa di Lamongan dibuatkan lagu dalam lirih, lagu tersebut berisi bapak pembangunan desa kini berubah jadi bapak pemangkasan dana desa

“Miris sekali dan wajar sampai banyak kepala Desa demo di Jakarta atas langkah Presiden tersebut. Desa selama ini telah jauh dari hiruk pikuk dinamika politik dan pengambilan kebijakan ekonomi yang gebyah uyah. Mereka tentram dengan dana tak seberapa dari Pemerintah dengan resiko pertanggung jawaban dan lain sebagainya,”ujar Farkhan.

Menurut Farkhan, spirit Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar Dana Desa ruhnya adalah berdasarkan Musyawarah Desa malah kemudian dirusak oleh Perpres yang mencekik aparatur Desa yang telah berjuang keras membangun apa yang diharapkan warga Desa.

“Kami berharap Presiden Jokowi untuk mendengarkan apa yang diinginkan oleh Ruh dari Makna Dana Desa yang diperjuangkan,” ucapnya.

Masyarakat awalnya kagum dengan Jokowi yang rajin sekali turun ke desa namun melihat perlakuan yang ‘kurang seksama’ maka sejatinya yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sangat jauh dari esensinya.

“Kami merasa yakin pembelaan parpol pendukung Jokowi atas protes para kepala desa ini minim karena mustahil Jokowi tidak terlebih dahulu mengkondisikan partai-partai pendukungnya,” sambung Farkhan.

Saat ini mungkin sebagian mereka warga telah menyiapkan berbagai program untuk desa mereka sendiri seperti desa wisata, pengembangan UMKM, pemberdayaan karang taruna dan lain-lain tapi seolah kerja keras dan ide-ide mereka dianggap angin lalu

Persoalan Desa sangat vital karena menyangkut kondisi dan keadaan masyarakat yang sesungguhnya di Desa. Maka Jokowi Harus mencabut Perpres itu karena dapat menimbulkan gejolak yang lebih besar.

“Sudah cukup Desa kepayahan kemarin dananya banyak dialihkan untuk Covid-19. Presiden Jokowi adalah “lurahnya” lurah kepala desa se Indonesia, Pak Jokowi adalah pemimpin dari desa seluruh Desa Eakyat Indonesia maka harus mendengarkan aspirasi warga,” ujarnya.

Menurut Farkhan, Jokowi kurang seksama dan ini hanya akan membuat Desa semakin terpuruk pasca Covid-19 dengan kebijakan yang sifatnya mendadak dan kurang dapat dilaksanakan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat Desa.

“Hendaknya Jokowi mendengarkan aspirasi kepala Desa karena bila tidak akan berakibat fatal pada Presiden Jokowi dan legacy buruk Jokowi bagi pemerintahan Desa. Ingat Dana Desa untuk pembangunan Desa sesuai harapan masyarakat bukan harapan presiden yang tentu tak bisa detail mengerti apa masing-masing kebutuhan tiap Desa,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Prabowo Hadiri May Day di Monas, Simbol Negara Hadir Untuk Buruh
Pengawasan Ketahanan Pangan, Dewa Agung Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Tinjau Gudang BULOG Sempidi di Bali, Pastikan Stok Beras Aman
Fani Foundation Buka Kesempatan untuk Warga Ciamis Banjar Pangandaran: Perkuat Komitmen Cetak Generasi Muda Berprestasi dan Pemimpin Masa Depan
Polres Kebumen Amankan 76 Ribu Obat Keras Ilegal dalam Operasi 90 Menit, Sasar Pelajar
Kasus Jalan Halmahera Selatan Meledak, Gubernur Malut Digugat Badan Arbitrase Nasional Indonesia
Langkah Cepat Prabowo Pasca Tragedi Kereta di Bekasi: Santuni Korban, Dorong Reformasi Keselamatan
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan
Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hardiknas 2026: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan, Mengingat Peran Jamiat Kheir dalam Sejarah Bangsa

Rabu, 29 April 2026 - 17:10 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:58 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Rabu, 29 April 2026 - 08:53 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 07:59 WIB

SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)

Sabtu, 25 April 2026 - 10:36 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Berita Terbaru