Yordania, Siaran Indonesia – Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan minimnya bantuan internasional bagi pengungsi Palestina di Yordania, Rumah Zakat Indonesia menghadirkan layanan mobil klinik kesehatan bergerak gratis untuk membantu para pengungsi yang tersebar di sejumlah camp pengungsian Palestina.
Kegiatan layanan kesehatan tersebut berlangsung sejak 10 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 di sejumlah camp pengungsian Palestina di Yordania, di antaranya Camp Sukhnah, Camp Joufa, Camp Baq’ah, Camp Gaza, serta beberapa camp pengungsian lainnya.
Program kemanusiaan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi para pengungsi Palestina yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan. Minimnya fasilitas medis, meningkatnya jumlah pengungsi, serta berkurangnya bantuan internasional menjadi alasan utama digelarnya layanan mobil klinik tersebut.
“Karena minimnya bantuan dan hampir tidak adanya fasilitas kesehatan bagi para pengungsi Palestina di Jordania, akhirnya Rumah Zakat Indonesia membuat mobile klinik kesehatan bergerak gratis untuk melayani para pengungsi,” ujar Eko Sulistio, Minggu 24 Mei 2026.
Dalam layanan tersebut, para pengungsi mendapatkan berbagai bantuan kesehatan secara gratis, mulai dari pemeriksaan pasien umum, obat-obatan, vitamin, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita di camp pengungsian.
Setiap harinya, kurang lebih 100 jiwa di setiap camp pengungsian menerima manfaat dari layanan kesehatan gratis tersebut. Para penerima manfaat mayoritas merupakan pengungsi Palestina yang hidup dalam kondisi serba terbatas akibat dampak perang berkepanjangan.
Menurut relawan, tantangan utama dalam pelaksanaan program ini adalah tingginya jumlah pengungsi yang membutuhkan bantuan, sementara dukungan internasional terus menurun. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat pengungsi jauh lebih besar dibanding bantuan yang tersedia.
“Kebutuhan sangat banyak, sementara bantuan sangat sedikit. Banyak pengungsi sakit namun fasilitas kesehatan sangat minim,” tambah Eko.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan dasar para pengungsi menjelang Hari Raya Iduladha juga menjadi perhatian serius. Saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan bahan pangan, obat-obatan, kebutuhan hidup dasar, hingga hewan kurban.
Antusiasme para pengungsi terhadap layanan mobil klinik ini pun disebut sangat tinggi. Mereka merasa terbantu dan bersyukur atas kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kondisi yang mereka alami.
“Para pengungsi sangat antusias dan berterima kasih atas bantuan rakyat Indonesia karena layanan kesehatan gratis ini sangat membantu mereka,” pungkasnya. (Al)
























