Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Chamad hojin

JAKARTA, SiaranIndonesia.com– Ratusan juta pasang mata dunia kembali mengarah ke Iran, bangsa Persia yang telah memiliki sejarah panjang peradaban dunia. Pada 1979 Revolusi Iran yang digerakan Ayatullah Khomeini menjadi inspirasi gerakan anak muda muslim di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia.

Dunia semakin penasaran tentang Iran yang memiliki resilience dan endurance yang luar biasa. Endurance adalah kemampuan untuk terus berjalan dan menahan tekanan/penderitaan dalam waktu lama tanpa berhenti. Sebaliknya, Resilience adalah kemampuan untuk bangkit kembali, beradaptasi, dan pulih lebih kuat setelah mengalami kegagalan, trauma, atau tekanan. Setidaknya semangat itu yang tergambar dari para pembicara kajian geopolitik Kahmi dengan tema Peradaban Persia dan Geopolitik Dunai Usai Perang Iran melawan Amerikan dan Israel.

Pembicara pertama, Mantan Dubes RI untuk Suriah Wajid Fauzi menyampaikan peta perkembangan kawasan Timur Tengah yang tak lepas dari dinamika geopolitik terutama Israel dan Amerika. Membaca Timur Tengah perlu dilakukan secara luas dengan beragam persepktif baik politik domestik, global, ekonomi sejarah dan juga sosiologis.

Indonesia tetap bisa memainkan peran penting diplomasi di kawasan Timur Tengah mengingat punya kedekatan sosiologis dan historis. Kendati demikian peranya tetap mengacu pada prinsip-prinsip politik bebas aktif.

Sementara itu Dosen UIII Zezen Zaenal Mutaqien PhD menyoroti akar sejarah Persia sejak ratusan tahun terutama saat eran kehadiran Islam. Ada tokoh Persia yang membantu perang Nabi Muhammad SAW saat dalam kondisi terdesak dari kaum kafir qurais dan sudah tidak ada harapan lagi untuk bertahan lantaran sudah dikepung oleh ratusan pasukan musuh, sementara Nabi Muhammad SAW tingga beberapa saja pasukannya. Lalu datanglah seorang Persia ke nabi dan memberikan taktik dan strategi pertahanan dalam kondisi terkepung musuh. Seorang Persia itu mengusulkan benteng pertahanan dengan menggali parit dengan kedalamam 4 meter dan lebar 4 meter sepanjang front depan agar musuh terhambat. Pertahanan perang melalui parit berhasil menahan musuh dan mereka kelelahan kehabisan logistik. Orang Persia itu bernama Salman Alfarisi dan dalam sejarah perang nabi tersebut disebut perang khandaq. Inilah perang yang sangat bersejarah sehingga Islam tetap tersyiarkan.

Selain itu Zezen mengungkap akar sejarah perlawanan kuat bangsa Iran setelah datangnya Islam yakni melalui semangat jihad yang berakar pada spirit Karbala. Spirit Karbala adalah serangkaian nilai spiritual, moral, dan etika yang bersumber dari peristiwa tragis terbunuhnya Imam Husain bin Ali (cucu Nabi Muhammad SAW) beserta keluarganya di Karbala, Irak, pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriyah (680 M). Secara mendalam, spirit ini bukan sekadar ratapan sejarah, melainkan simbol perlawanan abadi terhadap kezaliman dan penegakan kebenaran

Karbala berlokasi di Irak, di mana pasukan kecil Imam Husain dikepung dan dibantai oleh pasukan besar Yazid I. Peristiwa ini menjadi momen pembeda penting dalam sejarah Islam dan sangat dihormati, khususnya dalam tradisi Syiah, sebagai simbol duka sekaligus kebangkitan.

Pada 1979 Revolusi Iran berhasil menumbangkan pemerintahan Shah Pahlevi yang merupakan boneka Amerika. Semangat dan keberhasilan revolusi Iran yang diinspirasi dari Ayatullah Imam Khomeini menyebar ke penjuru dunian di negara berkembang termasuk Indonesia. Aktivis 1980 -1990 an di Indonesia muncul semangat perlawanan ke rezim dengan berbekal spirit revolusi Iran. Kini, perang Iran melawan Amerika-Israel juga berhasil mendapatkan simpati dunia ke Iran.

Sementara Dosen UI Dr M Syaroni Rofii menyampaikan tentang kegagalan Amerika membaca secara utuh tentang Iran sehingga langkah cepat Amerika-Israel mengebom Ali Khameini yang diharapkan langsung terjadi pergantian rezim gagal. Begitu juga target melumpuhkan garda revolusi dengan menyerang dan mengebom pusat-pusat pertahanan dan sarana militer IRGC juga gagal. Sebaliknya perang semakin lama dan Amerika mulai kewalahan dengan strategi Iran. Secara opini Iran menang strategis dan secara diplomasi Iran sudah mendapatkan simpati dan dukungan dunia termasuk dari rakyat Amerika sendiri.

Sedangkan Mantan Pimred Jawa Pos Tofan Mahdi yang juga peneliti Paramadina menyampaikan perang Iran vs Amerika – Israel telah menaikan posisi Iran di mata dunia. Sekarang masyarakat dunia penasaran tentang ketangguhannya dalam melawan Amerika-Israel. Media2 barat yang dulu hanya menjadi corong propaganda Amerika termasuk Trump kini berbalik atau netral atas langkah Amerika. Belum lagi publik juga sekarang sudah bisa memilih mana media dan channel youtube yang independen dan netral serta mana media dan chanel youtube yang menjadi propaganda Trump.

Dengan dunia yang semakin terbuka rakyat semakin cerdas dalam memihak sehingga Amerika sekarang telah mengalami kekalahan strategis dari sisi opini dan propaganda. Seusai perang selesai, masyarakat akan banyak yang ingin berkunjung ke Iran untuk memahami lebih jauh tentang Iran dan juga sejarah Persia. Selain itu juga ingin melakukan wisata untuk melihat langsung wiasata dan fasilitas publiknya. Sementara para pelajar akan semakin penasaran untuk belajar ke Iran, negeri Persia yang sudah diprediksi nabu sebagai bangsa yang haus akan ilmu.
(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global
Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan
Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI
Taruna Ikrar Kepala BPOM Terima Award dari GP Farmasi Indonesia: Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara
Halal Bi Halal Yayasan Amal Insani Perkuat Silaturahmi Alumni HMI Yogyakarta

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Kamis, 16 April 2026 - 08:51 WIB

Taruna Ikrar Kepala BPOM Terima Award dari GP Farmasi Indonesia: Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026

Rabu, 15 April 2026 - 19:07 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Rabu, 15 April 2026 - 12:07 WIB

Halal Bi Halal Yayasan Amal Insani Perkuat Silaturahmi Alumni HMI Yogyakarta

Berita Terbaru