Ribuan Sekolah Terdampak Bencana, Hetifah Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan

- Editor

Senin, 19 Januari 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Siaran Indonesia — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025 masih menyisakan persoalan serius, terutama di sektor pendidikan. Ribuan sekolah terdampak dan ratusan ribu siswa mengalami gangguan proses belajar mengajar.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan perlunya percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan agar hak belajar anak-anak di wilayah terdampak tetap terpenuhi. Ia menilai pendidikan tidak boleh terhenti meski berada dalam situasi darurat bencana.

“Keselamatan memang prioritas utama, tetapi hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh diabaikan. Banyak anak kesulitan belajar karena sekolah rusak atau jaraknya jauh dari hunian sementara,” ujar Hetifah di Jakarta, Sabtu (18/1/2026).

Berdasarkan data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 14 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.639 satuan pendidikan terdampak di tiga provinsi tersebut.

Dari jumlah itu, 4.440 sekolah atau sekitar 96 persen sudah dapat digunakan kembali, meski sebagian masih dalam kondisi darurat.

Sebanyak 122 sekolah melaksanakan pembelajaran di tenda dan 31 sekolah menumpang di fasilitas lain, sementara 199 sekolah masih dalam tahap pembersihan.

Bencana ini juga berdampak pada 59.397 guru dan tenaga kependidikan serta 683.259 siswa. Adapun tingkat kerusakan sekolah mencakup 1.529 sekolah rusak sedang, 1.225 rusak berat, 1.642 rusak ringan, dan 180 sekolah mengalami kerusakan total.

Hetifah mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam penanganan pascabencana, termasuk di sektor pendidikan. Upaya yang telah dilakukan antara lain pembersihan 4.182 satuan pendidikan, pendirian 153 tenda, penyediaan 160 ruang kelas darurat, serta penyaluran 27.000 paket perlengkapan belajar bagi siswa.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan tunjangan khusus sebesar Rp2 juta kepada 16.467 guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak, dengan total anggaran mencapai Rp32,9 miliar.

Meski demikian, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat masih banyak sekolah yang membutuhkan penanganan lanjutan. Timbunan lumpur, kerusakan infrastruktur pendukung, serta bangunan sekolah yang hancur masih menjadi tantangan utama di lapangan.

“Oleh karena itu, kami mendesak Kemendikdasmen untuk segera menindaklanjuti data kebutuhan yang ada dan mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi. Pembangunan kembali sekolah dan sarana pendukung pendidikan harus menjadi prioritas,” tegas Hetifah.

Ia juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan di setiap hunian sementara, termasuk ruang kelas darurat dan area bermain anak.

“Pemulihan pendidikan bukan hanya soal membangun gedung, tetapi memastikan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan mendukung pemulihan psikososial warga sekolah. Di situlah masa depan anak-anak kita dipulihkan,” pungkasnya. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

BPOM Perkenalkan Peraturan CPKB Terbaru untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kosmetik Nasional
Kenaikan Anggaran Polri Perkuat Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Kepengurusan Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Dirjen AHU Kemenkum RI
Banyak Kasus Cabul di Pesantren Resmi Terdaftar di Kemenag, Santri Mengabdi Dukung Yakuza Maneges
Santri Mengabdi Ajak Objektif Menilai Kepala Daerah Punya Dapur MBG
Dihadapan Ratusan Mahasiswa UHW, Taruna Ikrar Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Masa Depan Bangsa
Buperta Sukses Selenggarakan Seminar Nasional dihadiri Rarusan Peserta
Kepala BPOM Luncurkan Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:09 WIB

BPOM Perkenalkan Peraturan CPKB Terbaru untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kosmetik Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04 WIB

Kenaikan Anggaran Polri Perkuat Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:24 WIB

Kepengurusan Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Dirjen AHU Kemenkum RI

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:07 WIB

Santri Mengabdi Ajak Objektif Menilai Kepala Daerah Punya Dapur MBG

Senin, 15 Juni 2026 - 10:31 WIB

Dihadapan Ratusan Mahasiswa UHW, Taruna Ikrar Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Masa Depan Bangsa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Buperta Sukses Selenggarakan Seminar Nasional dihadiri Rarusan Peserta

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WIB

Kepala BPOM Luncurkan Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:50 WIB

Andi Najmi: Direct Cash Transfer Rawan Asymmetric Spending

Berita Terbaru