Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan

- Editor

Senin, 20 April 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dinilai mampu memberikan perlindungan bagi kepala desa dalam menjalankan pembangunan, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar lebih akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat menghadiri Malam Apresiasi dan Penganugerahan Program Jaga Desa di Fairmont Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam.

Menurut Yandri, program hasil kolaborasi Kementerian Desa dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Intelijen tersebut memberikan dampak positif bagi desa.

“Program ini sangat baik dan para kepala desa merasa terbantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Jaga Desa juga membuat kepala desa merasa lebih terlindungi dari oknum yang kerap mengganggu kinerja mereka dalam menjalankan pembangunan di tingkat desa.

Lebih lanjut, Yandri mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi selama 10 tahun pelaksanaan Dana Desa, masih terdapat tantangan, terutama di daerah tertinggal seperti di wilayah Papua, khususnya dalam aspek administrasi.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan Dana Desa, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur desa melalui bimbingan teknis yang melibatkan pemerintah daerah. Selain itu, sistem pelaporan juga telah disederhanakan dan mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga menyerahkan penghargaan dalam Festival Film Pendek Jaga Desa Awards 2026. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih predikat terbaik, sementara Jawa Timur menjadi provinsi terfavorit dalam kategori pengiriman film bertema Jaga Desa.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mengawal pemerintahan desa agar berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan.

Ia mengingatkan jajarannya agar tidak gegabah menetapkan kepala desa sebagai tersangka, terutama jika kesalahan yang terjadi hanya bersifat administratif tanpa adanya indikasi penyalahgunaan dana.

“Tidak ada kriminalisasi. Hindari menjadikan kepala desa sebagai tersangka, kecuali memang terbukti dana digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegas Burhanuddin.

Menurutnya, banyak kepala desa belum memiliki latar belakang administrasi pemerintahan, sehingga kesalahan administratif kerap terjadi. Namun, hal tersebut seharusnya tidak langsung berujung pada proses hukum pidana.

Burhanuddin menekankan bahwa pendekatan pembinaan lebih tepat dibandingkan penindakan hukum dalam kasus administratif. Ia juga meminta para kepala kejaksaan negeri aktif memberikan pendampingan kepada kepala desa, terutama dalam pengelolaan keuangan desa.

Selain itu, ia menilai tanggung jawab atas kesalahan administratif juga perlu melibatkan dinas pemerintahan desa di tingkat kabupaten, yang memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, bersama jajaran pejabat lainnya.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026
Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam
Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global
Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan
Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI
Taruna Ikrar Kepala BPOM Terima Award dari GP Farmasi Indonesia: Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:10 WIB

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026

Senin, 20 April 2026 - 10:35 WIB

Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Kamis, 16 April 2026 - 08:51 WIB

Taruna Ikrar Kepala BPOM Terima Award dari GP Farmasi Indonesia: Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026

Berita Terbaru