Blitar, Siaran Indonesia – Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI, M. Sarmuji mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak konflik global terhadap stabilitas harga pangan di Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari unsur masyarakat desa tersebut membahas pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan sekaligus kesiapsiagaan menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Dalam pemaparannya, Sarmuji menyinggung potensi dampak konflik internasional, termasuk jika terjadi perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, konflik tersebut bisa berdampak pada rantai pasok global, termasuk energi dan pangan.
“Kalau konflik besar benar-benar terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang berperang, tetapi juga negara lain, termasuk Indonesia. Harga energi bisa naik, biaya produksi meningkat, dan pada akhirnya harga pangan juga bisa terdampak,” kata Sarmuji di hadapan peserta.
Ia menjelaskan bahwa stabilitas pangan menjadi salah satu isu strategis yang harus diantisipasi sejak dini. Ketika harga energi dunia naik akibat konflik geopolitik, biaya distribusi dan produksi pangan biasanya ikut meningkat.
Karena itu, Sarmuji menilai penguatan ketahanan pangan nasional dan kemandirian produksi menjadi hal penting yang harus terus didorong pemerintah bersama masyarakat.
“Salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Empat Pilar adalah menjaga persatuan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan bersama, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sarmuji juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, dengan pemahaman kebangsaan yang kuat, masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu-isu global maupun konflik internasional yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara peserta dan narasumber mengenai berbagai isu nasional, mulai dari ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga peran masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. (Al).
























