Blitar, Siaran Indonesia — Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota MPR RI, M. Sarmuji, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Desa Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari unsur masyarakat desa ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus diskusi mengenai strategi pembangunan ekonomi nasional berbasis potensi daerah.
Dalam pemaparannya, Sarmuji menekankan pentingnya hilirisasi ekonomi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, hilirisasi sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Hilirisasi bukan hanya soal industri besar, tetapi bagaimana potensi daerah, termasuk pertanian dan UMKM, diolah agar memberi nilai tambah dan membuka lapangan kerja di daerah,” ujar Sarmuji.
Ia menjelaskan, selama ini banyak daerah hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah. Akibatnya, manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat masih terbatas. Melalui hilirisasi, lanjutnya, rantai produksi dapat diperpanjang di daerah sehingga pendapatan masyarakat meningkat.
Sarmuji juga menegaskan peran negara sebagaimana diamanatkan UUD 1945, yakni menghadirkan kebijakan yang melindungi dan memberdayakan ekonomi rakyat. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan kebijakan hilirisasi tidak hanya menguntungkan korporasi besar, tetapi juga melibatkan koperasi, UMKM, dan pelaku usaha lokal.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan harapan agar kebijakan ekonomi nasional mampu membuka akses permodalan, pelatihan, serta pasar bagi produk lokal. Sarmuji menilai aspirasi tersebut sebagai masukan penting dalam perumusan kebijakan di tingkat pusat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, khususnya di daerah pemilihan Jawa Timur VI.
























