Kepsek SMPN 1 Kebumen Pastikan Tak Ada Perundungan Siswa di Sekolah

- Editor

Kamis, 6 November 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Indonesia – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kebumen Abdul Syukur menyebut sekolahnya merupakan tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar. Karenanya selama ini tidak ada kasus perundungan siswa, sebab sekolahnya sudah ditetapkan sebagai sekolah ramah anak.

“Alhamdulillah SMP 1 sudah ditetapkan sebagai sekolah ramah anak. Dan untuk bisa ditetapkan sebagai sekolah ramah anak, itu kan ada keriterianya, pastinya tidak ada bulliying,” ujar Syukur saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 6 November 2025.

Beberapa keriteria yang dimaksud adalah bebas dari bulliying, bersih, ramah, aman nyaman untuk semua peserta didik. Pihaknya juga rutin mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba, seks bebas, dan juga bulliying untuk mencegah terjadinya kenakalan anak atau remaja.

Seperti yang dilakukan pada siang ini, pihaknya kembali mengadakan sosialisasi Anti Perundungan dengan mengundang narasumber dibidangnya, baik dari psikolog, dinas pendidikan, dinas sosial yang membidangi perlindungan perempuan dan anak, dan juga dari kepolisian Polres Kebumen.

“Ini kita rutin adakan untuk monitoring sekaligus memberikan pemahaman dan kesadaran bagi peserta didik tentang bahaya kenakalan remaja, seperti seks bebas, narkoba, miras dan juga bulliying, sehingga kita terus berikan pemahaman sejak usia dini,” katanya.

“Dengan harapan mereka tidak melakukan sesuatu yang memang tidak baik dilakukan. Kalaupun ada, mungkin karena ada komunikasi yang kurang baik,” tambahnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinsos P3A Kabupaten Kebumen, dr. Sri Fatmawati mengatakan, pelaku Bulliying biasanya terjadi karena faktor kurangnya perhatian dari orang tua. Menurutnya anak perlu diberikan perhatian dan apresiasi ketika mereka melakukan kegiatan positif sekecil apapun itu.

Pasalnya jika kurang perhatian dari keluarga, maka bisa jadi dia akan melampiaskan kekecewaannya terhadap temannya sendiri di lingkungan sekolah. Karena itu, butuh perhatian dan kolaborasi bersama antara wali murid dan guru dalam mendidik anak-anaknya demi mencegah terjadinya bulliying.

“Saya yakin di SMPN 1 tidak ada bulliying karena sekolah ini memang sudah mendapatkan predikat sebagai sekolah ramah anak, tentu kan sudah ada penilaiannya,” ujar Fatma.

Sedangkan, Yulia Tri Haryanti Psikolog Klinis dari RSUD Dr. Soedirman mengatakan, pihaknya mengapresiasi diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencegah kasus bulliying. Ia pun meminta kepada semua siswa agar tidak takut berbicara, melaporkan kepada guru jika mengalami bulliying.

“Kasus perundungan ini terjadi biasanya karena korban cenderung pendiam, tidak berani speak up. Mestinya para korban ini berani berbicara menceritakan kejadian yang dialami kepada orangtua atau gurunya,” katanya.

Sedangkan pelaku bulliying biasanya mereka melakukan itu karena ada faktor persoalan di keluarga. Misalnya kurang diperhatikan pergaulannya, sering dimaraih atau mendapat kekerasan fisik, lalu suka berpikir pintas. “Itu bisa kita obati, dengan memberikan perhatian kepada mereka, sehingga anak merasa terayomi,” tegasnya.

Terakhir Kanit PPA Satreskrim Polres Kebumen Ipda Deni Yasin Abdilah mengimbau kepada semua siswa untuk ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa dan tenaga pendidik. “Jangan pernah merendahkan atau menyakiti orang lain dengan kata-kata atau tindakanmu.”

Ia mengatakan, setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan dihormati. Sedangkan perundungan atau bullying dapat menyebabkan dampak yang serius bagi korban. “Karena itu jadilah teman yang baik dan peduli terhadap orang lain, dan kita harus berani berbicara jika melihat perundungan, serta bantu mereka yang menjadi korban,” tegasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

SMK Tadika Pertiwi Gelar Kegiatan Kunjungan Industri Ke Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Dukung Anak Istimewa, Pemkot Depok Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial 2026
51 Himpunan, 47 Kampus: PERMIKOMNAS Jateng Perluas Kolaborasi Bersama Buana News
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
PCNU Kota Tangerang Gelar Muskercab, Tekankan Kemandirian dan Konsolidasi Organisasi
Arogan dan Kebal Hukum, Pabrik Hebel PT IKN di Rawalo Copot Spanduk Penyegelan hingga Intimidasi Warga
KKMI PCC Audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Bahas Program Perkemahan Madrasah
Pelantikan HIPPI Kota Depok, LKSA Primago Dapat Santunan Yatim

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru