Tulungagung, Siaran Indonesia – Anggota MPR RI, M. Sarmuji menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu 28 Juni 2025 yang diikuti ratusan orang.
Dalam kegiatan tersebut, Sarmuji mengajak masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Politisi Partai Golkar ini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan, air, dan energi.
“Saya harus menjelaskan tugas saya sebagai anggota MPR RI, salah satunya menyusun Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang kini disebut Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN),” ujarnya kepada wartawan.
Sarmuji menjelaskan bahwa setelah era reformasi, GBHN ditiadakan dan digantikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Namun, menurutnya, RPJMN bersifat jangka pendek dan berubah-ubah setiap pergantian pemerintahan, sehingga diperlukan PPHN untuk menyusun strategi pembangunan jangka panjang selama 25 tahun.
“Dengan adanya PPHN, siapapun presidennya akan tetap mengacu pada undang-undang dan grand strategy yang sudah ditetapkan. Kalau Asta Cita berhasil, salah satunya adalah mewujudkan kedaulatan pangan,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan aktif dalam perubahan melalui pendekatan dari bawah (bottom-up).
Selain itu, ia juga menyoroti dampak buruk dari kebijakan impor pangan yang membuat petani lokal terpuruk dan potensi dalam negeri tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Reformasi kita kemarin kebablasan. Yang baik seharusnya dilanjutkan, yang kurang diperbaiki. Tapi kenyataannya malah diubah semua, terutama soal kedaulatan pangan. Pangan kita terlalu banyak impor,” tegasnya.
Sarmuji pun mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir. “Antusiasme luar biasa, ibu-ibu dan bapak-bapak sangat ingin menyumbangkan pikiran untuk kedaulatan pangan, air, dan energi,” pungkasnya.























