Setahun, Puluhan Kasus Seksual Oknum Kiai dan Petinggi NU Jadi Keprihatinan Serius

- Editor

Kamis, 17 April 2025 - 04:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com — Pembina gerakan Santri Mengabdi, Gus Wahyu NH Aly, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengasuh pesantren. Dalam setahun terakhir, tercatat sekitar 30-an kasus yang menyeret nama para pengasuh pesantren ke meja hukum akibat dugaan tindak asusila terhadap santri.

“Yang membuat saya makin prihatin, sebagian besar pelakunya justru menyandang predikat sebagai kiai NU, bahkan banyak di antaranya merupakan petinggi NU di daerahnya masing-masing. Dari Tanfidziah sampai Syuriah. Ironisnya lagi, sebagian berasal dari pesantren besar dan tua yang selama ini dihormati masyarakat,” ungkap Gus Wahyu, Rabu (16/4/2025).

Cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini mencontohkan sejumlah kasus yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Seperti di Magelang, Demak, Kebumen, Situbondo, Lumajang, Ngawi, Trenggalek, Jombang, Sidoarjo, Banyuwangi, Gresik, Kota Batu, Semarang, Cilacap, Tasik, Karawang, Bekasi, Indramayu, Pandeglang, Kuningan, dan beberapa daerah lainnya, baik yang sudah vonis maupun yang saat ini tengah diproses aparat penegak hukum.

“Ini bukan kasus yang terisolasi. Ini pola yang serius, dan dalam setahun terakhir jumlahnya mencapai sekitar 30-an kasus, dengan korban sebagian besar adalah santri,” tegasnya.

Menurut Gus Wahyu, Ketua Lakpesdam PCNU Kebumen 2018-2022 ini, kasus-kasus tersebut bukan hanya mencoreng nama baik pesantren, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. “Pesantren bukan tempat perlindungan predator. Bila ini terus dibiarkan, kita akan kehilangan marwah pesantren dan NU itu sendiri,” lanjutnya.

Gus Wahyu pun mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas, berani, dan tidak ragu dalam menangani kasus-kasus tersebut. “Jangan sampai ada kekebalan hukum hanya karena pelaku punya status sosial tinggi atau posisi strategis dalam organisasi. Ini soal keadilan dan perlindungan terhadap anak bangsa,” katanya.

Bahkan, Gus Wahyu mendorong agar ke depan dirumuskan aturan khusus yang memungkinkan hukuman seberat-beratnya, termasuk hukuman mati, bagi pengasuh pesantren yang terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap santri.

“Orang yang diberi amanah mendidik, tapi malah menjadi predator, harus dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu, hukuman mati. Karena ini bukan sekadar kejahatan fisik, tapi juga pembunuhan terhadap masa depan dan akhlak generasi,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Gus Wahyu mengajak para santri dan alumni-alumni pesantren untuk berperan aktif dalam pencegahan, edukasi, dan pendampingan korban. Melalui gerakan Santri Mengabdi, pihaknya tengah membangun kolaborasi strategis dengan berbagai elemen, termasuk kepolisian, tokoh agama, aktivis perempuan, dan media, untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan bebas kekerasan seksual.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar
Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan
Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI
Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan
Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla
Menhut Raja Antoni Mendadak Rapatkan Jajaran Kemenhut di Tengah Penanganan Karhutla Kalsel
Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalsel, Operasi Pemadaman Diperkuat
Sukses Gelar Jamnas XII, Kepala Buperta Budy Sugandi Tegaskan Peran sebagai Ruang Pembelajaran Generasi Muda

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Menhut Raja Antoni Mendadak Rapatkan Jajaran Kemenhut di Tengah Penanganan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalsel, Operasi Pemadaman Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Sukses Gelar Jamnas XII, Kepala Buperta Budy Sugandi Tegaskan Peran sebagai Ruang Pembelajaran Generasi Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Stop Operasi Penindakan, Kendaraan Kedaluwarsa KIR Diduga Berkeliaran di Jalan

Berita Terbaru

Nasional

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:15 WIB