Siaranindonesia.com, Jakarta – Pasangan Pramono Anung-Rano Karno memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta menurut hasil rekapitulasi suara yang dihitung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Berdasarkan rekapitulasi di setiap wilayah, pasangan Pramono-Rano unggul di enam wilayah, yaitu Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Pramono-Rano memperoleh 2.183.239 suara, yang setara dengan 50,07% dari total suara sah yang dihitung.
Menurut Kamhar, Deputi Bappilu Partai Demokrat menilai kemenangan Pramono-Rano karena hasil kerja kolektif.
“Kemenangan pasangan Pramono-Rano tentunya disebabkan banyak hal. Pasti ada faktor Anies dan faktor Ahok, mesin politik partai pengusung, kerja-kerja politik tim sukses, relawan, kandidat dan simpatisan. Jadi ini hasil kerja kolektif,” kata Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, Senin (9/12/2024)
Kamhar mengatakan bahwa pihaknya dan partai pengusung kini lebih memilih untuk melakukan evaluasi terkait proses yang sudah berjalan. Termasuk, kata dia, opsi gugatan ke MK.
“Tentu saja sebagai pengusung pasangan RIDO, kami ikut melakukan evaluasi dan mengkaji proses yang berjalan, termasuk opsi-opsi langkah tindak lanjut apakah akan menerima atau menggugat ke MK,” ucapnya.
Meski demikian, Kamhar menyebut kemenangan Pramono-Rano menepis tudingan adanya keterlibatan Parcok atau Partai Coklat dan sejenisnya.
“Namun kami tegaskan, hasil Pilgub di Jakarta ini menepis tudingan Parcok dan sejenisnya, termasuk penyalahgunaan kekuasaan. Karena jika ada penyalahgunaan kekuasaan tentu saja hasilnya tidak akan seperti ni,” Pungkasnya.























