Warga Depok Resah Akibat Macet di Jalan Kartini, Supian Suri Paparkan Langkah Konkret

- Editor

Selasa, 8 Oktober 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran indonesia-DEPOK – Kemacetan di Jalan Kartini menuju Grand Depok City (GDC) dan sebaliknya terus menjadi keluhan warga. Dalam jam-jam sibuk, perjalanan dari Jalan Kartini hingga GDC bisa memakan waktu hingga satu jam. Menanggapi hal ini, calon Wali Kota Depok, Supian Suri, memaparkan solusi yang akan ia ambil jika terpilih nanti.

Menurut Supian, salah satu sumber kemacetan di Jalan Kartini adalah keluar masuknya penumpang di sekitar Stasiun Depok Lama. Selain itu, keberadaan angkot dan ojek online (ojol) yang ngetem di area tersebut turut memperparah kondisi lalu lintas.

“Kita harus mencari solusi bagaimana angkot itu bisa ngetem, tetapi tidak membuat kemacetan. Untuk itu, kita perlu menyediakan ruang khusus untuk mereka,” ujar Supian, menanggapi keluhan warga, Selasa (8/10/2024).

Ia menjelaskan bahwa selain ruang khusus ngetem bagi angkot, perlu juga dibuat shelter bagi ojek online agar tidak menghambat arus lalu lintas. “Jika ada shelter yang memadai, teman-teman ojol tidak perlu menunggu penumpang di pinggir jalan, sehingga lalu lintas bisa lebih lancar,” jelasnya.

Supian menegaskan, jika ia terpilih menjadi Wali Kota Depok, dua langkah ini akan menjadi prioritasnya dalam mengatasi kemacetan di Jalan Kartini. “Insya Allah, saya siapkan shelter buat ojol dan ruang parkir khusus untuk angkot. Mudah-mudahan dua hal ini sudah bisa mengurangi kemacetan,” katanya optimistis.

Seorang warga Depok, Berti (41), mengeluhkan lamanya waktu yang harus ditempuh saat melintas di Jalan Kartini. “Kalau di jam sibuk, dari Kartini ke GDC bisa sampai 1 jam, parah (macetnya),” katanya kepada iNews Depok.

Selain penataan angkot dan ojol, Supian juga menyoroti masalah U-turn (putaran balik) yang sering menjadi sumber kemacetan. “U-turnnya perlu diatur ulang, apakah kita alihkan dulu ke Jalan Pemuda, atau kita lakukan rekayasa lalu lintas lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelesaian kemacetan di Jalan Kartini memerlukan fokus dan perhatian serius dari pemerintah. “Kalau semua dibiarkan seperti sekarang, kemacetan ini tidak akan pernah selesai kapan pun,” ungkap Supian.

Langkah-langkah yang direncanakan Supian diyakini dapat mengurangi signifikan kemacetan di area tersebut. “Dua poin itu, ngetem angkot dan shelter ojol, akan sangat membantu,” pungkasnya.

Warga berharap solusi yang ditawarkan Supian bisa segera direalisasikan untuk mengatasi kemacetan yang setiap hari mengganggu aktivitas mereka.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Dua Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Perkuat SDM dan Transformasi Digital
NU Abad Kedua: Merawat Tradisi, Mengambil Inovasi, Membangun Peradaban
Kepala BPOM Taruna Ikrar : Kemerdekaan Harus Diisi dengan Integritas dan Kerja Nyata
Gandeng Laleilmanino dan Naida, Pegadaian Resmi Luncurkan Campaign “Tenang Saja”
Alus UK Murib Soroti Busana Adat Wagub Papua Tengah Saat Upacara HUT ke-81 RI
HUT ke-81, Guntur Sultra Dukung Indonesia Berdaulat dan Makmur
Kisah Guru Sabdo Roso: Ajarkan Filosofi Neng, Ning, Nung, Nang lewat Ekosistem Digital Nafas Batin

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Dua Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Perkuat SDM dan Transformasi Digital

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:33 WIB

NU Abad Kedua: Merawat Tradisi, Mengambil Inovasi, Membangun Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Gandeng Laleilmanino dan Naida, Pegadaian Resmi Luncurkan Campaign “Tenang Saja”

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Alus UK Murib Soroti Busana Adat Wagub Papua Tengah Saat Upacara HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:46 WIB

HUT ke-81, Guntur Sultra Dukung Indonesia Berdaulat dan Makmur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Kisah Guru Sabdo Roso: Ajarkan Filosofi Neng, Ning, Nung, Nang lewat Ekosistem Digital Nafas Batin

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Banyak Tokoh dan Brand Dunia Mengubah Nama, Pakar Ungkap Kekuatan di Balik Sebuah Nama

Berita Terbaru