Merdeka Belajar, Taruna Politeknik Maritim Ciptakan Empat Inovasi

- Editor

Minggu, 30 Juni 2024 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program MBKM berlangsung selama 4 bulan sejak Maret hingga Juni 2024, dan diikuti oleh 17 taruna dari 8 satuan pendikan kelautan dan perikanan. - Foto KKP

Program MBKM berlangsung selama 4 bulan sejak Maret hingga Juni 2024, dan diikuti oleh 17 taruna dari 8 satuan pendikan kelautan dan perikanan. - Foto KKP

Siaranindonesia, JAKARTA – Kalangan taruna politeknik kelautan dan perikanan peserta program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) menghasilkan sedikitnya empat produk inovasi. Apa saja?

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), Jakarta, itu berlangsung selama 4 bulan sejak Maret hingga Juni 2024.

“Kami telah menerjunkan pra taruna berprestasi Politeknik KP, untuk berpartisipasi dalam program MBKM,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.

Melalui program MBKM ini, katanya, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada para taruna untuk belajar langsung dari para pakar di BBRP2BKP dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan inovasi teknologi di bidang pengolahan hasil perikanan.

Program MBKM di BBRP2BKP diikuti oleh 17 taruna dari 8 satuan pendidikan Kelautan dan Perikanan.

1. Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (3 orang)
2. Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana (2 orang)
3. Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta (2 orang)
4. Politeknik Ahli Usaha Perikanan Kampus Lampung (2 orang)
5. Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai (2 orang)
6. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo (2 orang)
7. Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung (2 orang)
8. Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang (2 orang)

Selama mengikuti program PTB, taruna terbagi menjadi empat kelompok tema, yakni Ekstraksi Minyak Ikan, Kelompok Ekstraksi Hidrosat Protein Ikan, Kelompok Diversifikasi Rumput Laut, dan Kelompok Diversifikasi Ikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi taruna berprestasi dalam program studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH), Teknik Pengolahan Produk Perikanan (TPPP), dan Pengolahan Hasil Laut (PHL).

Selain itu, kegiatan ini juga mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki oleh BBRP2BKP.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDM KP, BBRP2BKP memainkan peran penting dalam menghasilkan inovasi di bidang pengolahan produk dan bioteknologi kelautan serta perikanan.

Di BBRP2BKP, para taruna mengikuti berbagai kegiatan, seperti magang di Laboratorium Kimia, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Fisik, dan Laboratorium Instrumen.

Mereka juga terlibat dalam pembelajaran di kelas, meliputi preparasi dan analisis bahan baku, ekstraksi dan analisis, serta mengikuti kuliah umum terkait pengolahan produk perikanan dengan teknologi modern dari praktisi PT Delisari Nusantara.

Selain itu, mereka melakukan uji coba formulasi produk, pembuatan produk, dan analisis mutu produk di laboratorium, menyusun proposal, membuat produk inovasi, dan mempresentasikan hasil inovasi mereka di depan tim penilai serta menyusun laporan akhir kegiatan.

Program ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi taruna untuk mengembangkan keterampilan praktis, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di industri perikanan.

Melalui program MBKM ini, diharapkan taruna-taruni Politeknik KP dapat menjadi pionir dalam pengembangan teknologi dan produk perikanan yang berkelanjutan.

“Kami berharap melalui program MBKM ini, para taruna dapat memperoleh ilmu dan pengalaman yang lebih luas, sehingga mereka menjadi lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di dunia global,” tutur Nyoman.

Plt. Kepala BBRP2BKP Langgeng Nurdiansah juga berharap program ini dapat meningkatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (Du/Di), sehingga menghasilkan lulusan yang mampu menghasilkan produk inovasi dan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Adapun melalui program MBKM, para taruna PTB berhasil membuat sedikitnya empat inovasi produk.

1. Ekstraksi Minyak Ikan Patin

Produk yang dihasilkan adalah Es Krim Omega Frost dan Selai Omega Choco Crumb. Proses ini melibatkan ekstraksi minyak ikan patin, pemurnian minyak, dan pengaplikasian pada produk pangan.

2. Hidrolisat Protein Ikan Lele

Produk yang dihasilkan adalah Clakes (Clarias Flakes) dan Lezate (Lele Hydrolyzate). Produk ini mengombinasikan hidrolisat protein ikan lele dengan ekstrak buah-buahan alami dan herbal nusantara untuk meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh.

3. Diversifikasi Olahan Rumput Laut

Produk yang dihasilkan adalah Nata de Seaweed (Narula) dan Minuman Kombucha (Tearula). Produk ini kaya serat, rendah kalori, tinggi antioksidan, dan mengandung berbagai vitamin.

4. Diversifikasi Produk Olahan Ikan Lele

Produk yang dihasilkan adalah Snack Bar (Barle) dan Minuman Kolagen (Collafins). Produk ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat dan memanfaatkan potensi perikanan budidaya dengan meminimalisir limbah hasil perikanan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan potensi lulusan satuan pendidikan KP sebagai tenaga kerja yang kompeten dan dapat ditempatkan di berbagai lokasi strategis.

Untuk mencapai tujuan tersebut, KKP berupaya meningkatkan kompetensi peserta didik melalui berbagai inisiatif, termasuk pembaruan kurikulum, penguasaan bahasa asing, modernisasi teknologi, peningkatan kualitas pendidik, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri (DUDI) baik dalam maupun luar negeri, serta program MBKM.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB