Awaluddin Faj Gelar Seminar Kenapa Anak Zaman Now Harus Ke Pesantren

- Editor

Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Depok – Lembaga Pesantren bukan lagi sebagai the last choise, pilihan terakhir, melainkan saat ini harus dijadikan prioritas menyekolahkan anak-anak untuk keselamatan dan kesuksesan masa depannya, khususnya menjadi generasi sholeh dan sholehah yang dekat dengan Al-Qur’an menjadi impian setiap orang tua.

Sudah saatnya orang tua melek akan pentingnya pendidikan agama, ingin mempunyai generasi yang sholeh dan sholehah, mandiri dan tanggungjawab tinggi, maka sudah saatnya orang tua memilih pesantren sebagai sekolah lanjutan sang buah hati, dengan harapan mereka kelak mampu menjadi kader islam dan menjadi perekat ummat.

Awaluddin Faj, penulis buku Kenapa Anak Zaman Now Harus ke Pesantren, mengatakan “Tidak sedikit orang tua yang ragu dan bertanya “Perlukah Anak Millenial Sekolah di Pesantren ?”. Mengingat dipersepsi mereka pesantren adalah lembaga pendidikan yang ‘kolot bin udik’.

Padahal kalau mau ditelusuri dan dicerna dengan baik, maka Pesantren memiliki banyak Kelebihan dan Manfaat. Yang ini bisa menjadi Alasan serta Motivasi Orang Tua Untuk Menyekolahkan Anak di Pondok Pesantren.

Kenapa Anak Zaman Now Harus ke Pesantren? Temukan jawabnya di Seminar Online @pesantrenmodernprimago.

Waktu & Tempat : Ahad, 26 Mei 2024

Pukul 20.00 – Selesai WIB

Link Zoom

https://zoom.us/j/97774426704?pwd=bzl4d3Z6Zlc2MkxCQ2drYUJGWXFUZz09

ID Rapat: 977 7442 6704

Kode Sandi: 123

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru

Prayoga Sekretaris Jendral PP IRNA (Indonesia Raya Anti Narkoba)

Opini

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Jumat, 16 Okt 2026 - 05:47 WIB

Nasional

Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:39 WIB