Kediri, Siaran Indonesia – Dalam kegiatan Sosisalisasi Empat Pilar yang diadakan oleh anggota MPR RI M. Sarmuji, ia menyampaikan tentang ekonomi berbasis Pancasila kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak bisa tidak harus diterjemahkan dalam bentuk kebijakan,” katanya di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri pada Minggu 28 April 2024.
Ia mengatakan kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM penting diberikan oleh pemerintah mengingat UMKM tidak bisa berjalan sendirian tanpa bantuan dari pemerintah.
“Apalagi 97 persen pekerja kita terserap di sektor UMKM. Dalam hal ini, Pancasila tidak hanya statis tapi juga dinamis. Ini menjawab hal penting, seperti di sektor pertanian misalnya menyangkut harga pupuk yang tak sebanding hasil panen,” katanya.
Termasuk UMKM jika dibenturkan dengan regulasi yang sifatnya tidak mengendalikan produk asing, dikatakannya, akan membuat produk UMKM tersingkir.
“UMKM kalau dibenturkan dengan regulasi yang tidak ngerem produk asing ya tergerus kita. Keadilan sosial dalam bentuk regulasi maupun keberpihakan anggaran kepala daerah tanpa kepedulian pada UMKM ya repot,” katanya.
Sementara itu, hal lain yang juga harus menjadi perhatian adalah digitalisasi untuk mempermudah pemasaran produk UMKM.
“Wilayah blankspot, sinyal jelek, sulit melakukan transaksi di daerah terpinggir, bagaimana mereka bisa melakukan bisnis secara online,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Golkar mengatakan kegiatan tersebut sengaja mengundang pelaku UMKM agar mereka makin percaya diri untuk berkompetisi.
“Teman-teman UMKM jadi punya dasar dalam berkompetisi, bersaing namun tetap mengutamakan ekonomi Pancasila,” katanya. (Al)
























