Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly

- Editor

Sabtu, 13 April 2024 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Pasca hari raya Idhul Fitri, kembali ramai terkait habaib yang ada di Indonesia. Pro dan kontra terus bergulir. Menurut Gus Wahyu NH. Aly, fenomena ini bukanlah hal baru. Ia pun mengaku tidak tertarik untuk mengomentari hal ini. Dikatakan, dalam ahlussunah waljamaah itu menurutnya sudah cukup jelas.

Dikatakan Gus Wahyu kepada wartawan Siaran Indonesia saat halal bihalal di rumahnya, bahwa menghormati keturunan Rasulullah Saw., itu suatu kewajiban. Termasuk menghormati umat Islam yang lain juga suatu kewajiban.

Dikatakan oleh cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini, bahwa ketika ada seorang muslim yang mencintai umat Islam yang lain namun membenci umat Islam dari kalangan dzuriah Nabi (keturunan Nabi) disebutnya itu haram. Sebaliknya, menurut Gus Wahyu, ketika seseorang menghormati keturunan Rasulullah Saw., namun meremehkan umat Islam yang lain itu juga dikatakan hukumnya haram.

“Menghormati keturunan Nabi, tapi meremehkan umat Islam yang lain, itu hukumnya juga haram. Tidak akan mendapat baunya surga,” kata Gus Wahyu, Kebumen, Sabtu, (13/04/2024).

Lebih lanjut dipaparkan Gus Wahyu, bahwa menghormati ahlul bait itu meskipun wajib, namun mempercayai seseorang yang mengaku dirinya atau kelompoknya sebagai dzuriah Nabi (keturunan Nabi) itu hukumnya tidak wajib. Termasuk tidak wajib juga membenarkan semua ucapan dan semua perilaku keturunan Rasulullah Saw., karena semua ahlul bait tidak ada yang maksum atau tidak ada yang selalu benar.

“Sebenarnya, menghormati keturunan Rasulullah Saw., itu wajib. Tapi mengakui seseorang sebagai seorang dzuriah Nabi, itu tidak wajib. Tidak mengakui seseorang sebagai kerurunan Nabi itu tidak berdosa,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Gus Wahyu, bahwa lebih sulit hukumnya mengakui seseorang itu sebagai keturunan Rasulullah Saw. Dipaparkan, tidak mengakui seseorang sebagai dzuriyah (keturunan) Nabi, itu hukumnya begitu saja diperbolehkan.

Akan tetapi, lanjut Gus Wahyu, mengakui seseorang sebagai dzuriyah Nabi, selama hanya untuk dirinya sendiri atau tidak diungkapkan ke publik, itu yang mengakuinya tidak diwajibkan untuk membuktikan. Tetapi berbeda hukumnya, bagi yang menerima seseorang itu sebagai keturunan Nabi, lalu yang menerimanya ini ingin woro-woro (memberitahukan) ke orang lain bahwa yang dilihatnya dianggap seorang ahlul bait, maka yang menerimanya ini wajib hukumnya untuk bisa membuktikan orang tersebut sebagai dzuriyah Nabi. Dijelaskan, terkait nasab, dalam Islam itu bukanlah hal yang ringan. Dinilainya sangat berat.

“Dalam Islam, kalau Anda tidak mengakui dia seorang keturunan Nabi Muhamnad Saw., ya sudah tidak mengapa, kamu tak berdosa. Tapi kalau Anda mengakui dia seorang ahlul bait, selama itu untuk kamu sendiri atau tidak disebarkan ke yang lain, maka kamu tidak diwajibkan untuk membuktikan. Tapi jika kamu mengakui dia seorang keturunan Nabi, dan kamu ingin memberitahukan ke publik bahwa dia seorang ahlul bait, maka hukumnya kamu itu wajib membuktikan keahlulbaitan dia. Kalau kamu tidak bisa membuktikan keahlulbaitan dia, meskipun kamu benar, kamu itu telah berbuat haram,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar
Negara di Bawah Kuasa Algoritma: Merebut Kembali Kualitas Ruang Publik
Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan
Tani Merdeka Sultra Dukung Perbaikan Tata Kelola MBG, Minta Dana Tepat Sasaran
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur
Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya
Polemik Tiket Muara Angke, Wakadishub DKI Ujang Harmawan Buka Suara, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Masih Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2

Rabu, 23 September 2026 - 14:50 WIB

Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 19:47 WIB

Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik

Rabu, 16 September 2026 - 17:27 WIB

Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru

Nasional

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar

Senin, 5 Okt 2026 - 13:40 WIB

Nasional

Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan

Senin, 5 Okt 2026 - 10:19 WIB