Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

- Editor

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Kalbar – Pemerintah mengandalkan operasi darat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar), terutama menghadapi kebakaran di lahan gambut. Operasi darat dinilai lebih efektif untuk menangani api di lapangan dibandingkan mengandalkan operasi udara semata.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan karhutla di Kalbar terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Berdasarkan data penanganan, dari estimasi 802,17 hektare lahan yang terbakar, Satgas Darat berhasil memadamkan 429,90 hektare.

“Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto dalam rakor penanganan karhutla di Pontianak, Jumat (4/9/2026).

Menurut Suharyanto, kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Operasi water bombing dari udara dinilai tidak selalu efektif untuk kebakaran di lahan gambut, sehingga kekuatan pasukan darat tetap menjadi tumpuan utama dalam penanganan di lapangan.

“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama,” katanya.

Menhut Raja Antoni mengatakan pasukan darat menjadi salah satu kekuatan utama pemerintah dalam menghadapi karhutla di Kalbar. Ia meminta pengerahan personel dilakukan dengan pemetaan yang lebih detail berdasarkan sebaran hotspot dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“So far ini yang paling efektif nih pasukan darat nih. Oleh karena itu, nanti mohon di-mapping secara lebih detail,” kata Menhut Raja Antoni.

Pemetaan tersebut mencakup kebutuhan personel dan peralatan di setiap wilayah. Menhut Raja Antoni mencontohkan Ketapang dan Kubu Raya perlu dipetakan berdasarkan jumlah hotspot dan kebutuhan pasukan, sehingga personel maupun peralatan dapat digeser ke lokasi yang membutuhkan.

“Kurang nggak orangnya? Alatnya kurang nggak di sana? Kalau orangnya ternyata lebih, berarti kita pindahkan ke tempat lain yang memang masih kurang,” ujarnya.

Menhut Raja Antoni menegaskan operasi darat akan terus berjalan bersamaan dengan upaya lain, termasuk OMC dan water bombing. “Pasukan darat, ini andalan kita ya, sambil menunggu OMC atau hujan beneran ketika nanti musim hujan datang,” katanya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Garuda Institute Dukung Penataan BUMN, Dorong Efisiensi dan Manfaat bagi Rakyat
Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia
Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional
Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
Dua Tahun Prabowo: Konsolidasi Kekuasaan dan Ujian Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Garuda Institute Dukung Penataan BUMN, Dorong Efisiensi dan Manfaat bagi Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Dua Tahun Prabowo: Konsolidasi Kekuasaan dan Ujian Kepercayaan Publik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Arah Baru Syarikat Islam: Dari Penguatan Fondasi ke Akselerasi Eksekusi

Berita Terbaru

Wisata

Nusa Penida Dorong Longer Stay, PRISM Ekspansi 11 Properti

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:40 WIB