Alus UK Murib Soroti Busana Adat Wagub Papua Tengah Saat Upacara HUT ke-81 RI

- Editor

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Nabire — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (17/8/2026) pagi.

Upacara tersebut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley. Keduanya tampil mengenakan busana adat dalam upacara peringatan kemerdekaan tersebut.

Namun, busana adat yang dikenakan Wakil Gubernur Deinas Geley, yang dilengkapi dengan atribut berupa anak panah, mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Tokoh politik Papua Tengah, Alus UK Murib, menilai penggunaan atribut anak panah dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan kurang tepat dan tidak sesuai dengan suasana perayaan kemerdekaan yang semestinya mencerminkan persatuan dan perdamaian.

“Menurut saya, tidak tepat jika dalam upacara peringatan hari kemerdekaan menggunakan busana adat dengan membawa anak panah. Simbol yang ditampilkan seharusnya lebih mencerminkan persatuan dan perdamaian,” kata Alus dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Menurut Alus, pemilihan busana dan atribut oleh pejabat publik perlu mempertimbangkan konteks acara serta pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Busana adat, kata dia, merupakan bagian penting dari identitas dan kebudayaan masyarakat Papua sehingga penggunaannya harus ditempatkan secara tepat sesuai dengan momentum.

“Itu bukan sekadar soal pakaian, tetapi juga merupakan simbol yang dapat ditafsirkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Alus menambahkan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya menjadi kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat Papua Tengah untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong terciptanya suasana yang aman dan damai.

Ia juga mengingatkan bahwa Papua Tengah masih menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi, seperti pembangunan, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat hingga keamanan dan stabilitas daerah.

“Masih banyak persoalan di Papua Tengah yang harus menjadi perhatian dan segera diselesaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur. Karena itu, momentum kemerdekaan ini sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Alus berharap kritik tersebut dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah agar setiap simbol yang ditampilkan pejabat publik dalam kegiatan resmi benar-benar selaras dengan konteks acara dan semangat yang ingin dibangun di tengah masyarakat.

“Kita berharap Papua Tengah selalu aman, damai, maju, dan sejahtera. Semua simbol yang ditampilkan dalam ruang publik sebaiknya diarahkan untuk memperkuat semangat tersebut,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY
Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas
Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi Korban Pencurian, Terungkap di Persidangan
Garuda Institute Dukung Penataan BUMN, Dorong Efisiensi dan Manfaat bagi Rakyat
Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia
Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional
Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34 WIB

PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Garuda Institute Dukung Penataan BUMN, Dorong Efisiensi dan Manfaat bagi Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:18 WIB