SiaranIndoensia.com, Jakarta – Hasil survei Puspoll Indonesia menunjukkan bahwa program-program Presiden Prabowo, seperti CKG, Sekolah Rakyat, dan 3 Juta Rumah, mendapat kepuasan tinggi dari publik. Program-program ini diyakini lebih berhasil dan terasa manfaatnya bagi masyarakat.
Untuk mengimbangi narasi negatif program Makan Bergizi Gratis (MBG), diusulkan agar fokus diarahkan pada tiga program tersebut, dengan penambahan jumlah penerima manfaat dan anggaran pada 2027. Presiden Prabowo diimbau untuk sering melakukan pengecekan langsung ke lapangan, seperti Program Perumahan Rakyat, CKG, dan Sekolah Rakyat, bersama dengan kementerian terkait.
“Program-program ini harus menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan publik dan kepercayaan masyarakat,” kata Chamad Hojin, Puspoll Indonesia saat dihubungi wartawan kemarin.
Dengan fokus pada program-program yang sukses dan terasa manfaatnya, diharapkan dapat meningkatkan citra positif pemerintahan Presiden Prabowo dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Lembaga Survei Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait evaluasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (27/6). Hasilnya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sekolah Rakyat mendapatkan apresiasi dan tingkat kepuasan tinggi dari publik.
Hasil survei nasional Puspoll Indonesia menyebutkan bahwa Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu terobosan kebijakan yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Yang cek kesehatan gratis ini yang salah satu yang juga tinggi, tingkat dukungannya juga tinggi, tingkat kepuasannya tinggi, dan tingkat keyakinannya juga tinggi. Ini CKG yang saya kira salah satu program terobosan Pak Prabowo yang sekarang menjadi prioritas dan itu dampaknya positif sekali di masyarakat,” kata Chamad di Hotel AONE Jakarta, Sabtu (27/6).
Survei menunjukkan total ada 81,8 persen masyarakat puas dengan program CKG, dan 68,5 persen masyarakat merasa puas dengan adanya program Sekolah Rakyat.
Tingginya tingkat kepuasan tersebut berbanding lurus dengan harapan publik yang menyentuh angka 91,1 persen agar program di sektor kesehatan ini terus berjalan, dan 74 persen mendukung Sekolah Rakyat dilanjutkan.
Survei Puspoll Indonesia ini dilakukan pada periode 18-26 Mei 2026 untuk memotret kepuasan masyarakat terhadap pemerintah, program prioritas Presiden, dan isu politik terkini. Total sampel sebanyak 2.400 responden dengan margin of error sebesar +/- 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Penarikan sampel ini dilakukan dengan memperhatikan proporsi wilayah urban/rural serta proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.(*)


















