Harga Kelapa Melonjak, ASPEK Soroti Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Hilirisasi

- Editor

Kamis, 17 April 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMUT, SiaranIndonesia.com – Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa (ASPEK) Indonesia, Abdul Gafur Ritonga, mengungkapkan adanya lonjakan harga kelapa di Sumatera Utara. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh kelangkaan kelapa akibat alih fungsi lahan.

Menurut Abdul Gafur, sebagian besar lahan kelapa saat ini telah beralih menjadi perkebunan kelapa sawit. “Petani kelapa saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri karena lahan banyak yang beralih fungsi,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa alih fungsi lahan kelapa menjadi perkebunan sawit berdampak besar terhadap penurunan produksi kelapa nasional. Selain itu, kelangkaan juga diperparah oleh meningkatnya permintaan ekspor yang mengurangi pasokan untuk pasar domestik.

“Permintaan ekspor kelapa sangat tinggi, sementara produksi dalam negeri menurun akibat kerusakan tanaman dan serangan hama. Pemerintah seharusnya bisa mengendalikan mekanisme harga dan mengawasi distribusi kelapa dalam negeri,” jelasnya.

Abdul Gafur juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pemerintah terhadap perdagangan kelapa nasional. Ia mendesak agar pemerintah dan kementerian terkait segera hadir untuk mengontrol distribusi kelapa agar petani tidak dirugikan dan harga tetap stabil.

Selain itu, ia mengkritik praktik ekspor kelapa dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan industri. Menurutnya, ketiadaan hilirisasi menyebabkan petani kehilangan potensi keuntungan dari industri pengolahan kelapa yang seharusnya bisa berkembang di dalam negeri.

“Pemerintah perlu segera membuat kebijakan harga kelapa yang adil. Jangan sampai harga kelapa dikendalikan sepenuhnya oleh tengkulak atau cukong besar. Petani harus bisa menjual hasil panennya secara berkelanjutan dan menguntungkan,” tegasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendekati 50% Guru di Bawah Kemiskinan: Profesi Guru dan FKIP & Tarbiyah Harus Diaudit Nasional atau Dibubarkan?
Mobil Klinik Rumah Zakat Indonesia Layani Pengungsi Palestina di Yordania
Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia
Dari Kota Depok untuk Nusantara: Gerakan Mengaji Gratis yang Mengubah Masa Depan Generasi
Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern
MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:39 WIB

Mendekati 50% Guru di Bawah Kemiskinan: Profesi Guru dan FKIP & Tarbiyah Harus Diaudit Nasional atau Dibubarkan?

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Mobil Klinik Rumah Zakat Indonesia Layani Pengungsi Palestina di Yordania

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:34 WIB

Dari Kota Depok untuk Nusantara: Gerakan Mengaji Gratis yang Mengubah Masa Depan Generasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:33 WIB

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren

Berita Terbaru