Ekonomi Tumbuh, Diplomasi Menguat, Publik Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

- Editor

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com — Setahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan strategis mereka mulai menunjukkan hasil nyata. Dari membaiknya perekonomian nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia—semua menandai bangkitnya optimisme baru di tanah air.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menyebut kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, pertumbuhannya mencapai 45,8% hingga September 2025. Sementara angka pengangguran turun ke 4,76% dan kemiskinan menurun menjadi 8,47%—terendah sejak krisis 1998,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang membuka lapangan kerja baru. “Kita lihat optimisme tumbuh di masyarakat. Pasar modal pun mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.250, bukti kepercayaan terhadap ekonomi kita semakin kuat,” tambahnya.

Perdana juga menilai kebijakan penambahan likuiditas Rp30 triliun untuk bantuan sosial dan magang berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi hingga 0,58% dalam enam bulan ke depan. “Ini bukti ekonomi Indonesia sedang menuju arah yang sangat positif,” tegasnya.

Tidak hanya ekonomi, kebijakan luar negeri juga mencuri perhatian dunia. Guru Besar UKI dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo membawa angin segar dalam diplomasi global.

“Salah satu keberhasilan awal adalah diplomasi ekonomi, yang menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun dari berbagai negara,” ujarnya. Namun bukan hanya itu, peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian juga kian menonjol.

Angel menyoroti momen ketika Presiden Prabowo berpidato tanpa teks selama 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB, serta kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza. “Pidatonya yang berapi-api menunjukkan karakter pemimpin yang berani dan berprinsip. Dunia menaruh hormat pada Indonesia. Ini menumbuhkan kebanggaan dan optimisme di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai kebijakan ekonomi kerakyatan menjadi fondasi penting di tahun pertama pemerintahan ini. Ia mencontohkan program swasembada pangan yang kini memudahkan petani memperoleh pupuk bersubsidi berkat deregulasi besar-besaran. “Petani tidak lagi menunggu lama. Produksi meningkat, dan desa kembali hidup,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memberi ruang luas bagi pemberdayaan perempuan. “Sebanyak 15 juta perempuan sudah mendapat akses pembiayaan usaha, dan ini memperkuat struktur ekonomi keluarga,” jelas Drajad.

Menurutnya, program MBG, magang nasional, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah. “Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makro sambil tetap menggerakkan ekonomi akar rumput. Inilah wajah pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Capaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran layak diapresiasi karena berhasil membangun fondasi kuat bagi kemajuan bangsa. Berbagai indikator ekonomi yang membaik, diplomasi yang diperhitungkan dunia, serta program-program kerakyatan yang langsung dirasakan masyarakat menunjukkan arah kepemimpinan yang visioner dan berpihak pada rakyat. Optimisme publik pun tumbuh, menandai awal baru bagi Indonesia untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru