BAHU NasDem Jateng Desak Polairud Mabes Polri Bebaskan 10 Nelayan Kec. Ayah yang Sedang Diperiksa

- Editor

Senin, 7 Juli 2025 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, SiaranIndonesia.com — Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai NasDem Provinsi Jawa Tengah mendesak Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Mabes Polri untuk segera membebaskan 10 nelayan kecil asal Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di atas kapal Polairud di wilayah perairan Semarang.

Ketua BAHU Partai NasDem Jawa Tengah, Aksin, S.H., menyatakan bahwa pihaknya tengah memberikan pendampingan hukum kepada para nelayan tersebut. Mereka adalah buruh karyawan yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan benih bening lobster (BBL), dan menggantungkan hidup dari laut untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mereka ini rakyat kecil, miskin, melarat, yang berjuang sekadar untuk bertahan hidup. Tapi sejak Sabtu hingga Senin, mereka belum juga pulang ke rumah karena masih diperiksa oleh Polair Mabes Polri di atas kapal,” kata Aksin dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Aksin mendesak Kapolri, Kabaharkam, Komisi III DPR RI hingga Presiden RI untuk segera mengambil langkah agar para nelayan segera dibebaskan dan dipulangkan ke keluarga mereka. Ia menekankan pentingnya mengedepankan rasa keadilan dan kemanusiaan dalam penanganan kasus ini.

“Kami meminta kepada Bapak Kapolri agar segera memproses ke bawah dan membebaskan seluruh rakyat kecil yang masih berada di dalam kapal. Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak,” ujarnya.

Menurut Aksin, para nelayan yang diperiksa bukanlah bagian dari sindikat kejahatan, melainkan warga yang menggantungkan nafkah dari laut. Ia berharap aparat lebih bijak melihat situasi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Mereka hanya ingin hidup, hanya untuk makan sehari-hari. Bukan untuk kaya, apalagi menjadi pengusaha besar. Ini mohon benar-benar menjadi perhatian,” tegasnya.

Adapun nama-nama yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan, antara lain: Huda Arrizqi, Sarjo, Mujib Abdul Hamid, Trias Febrianto, Yohanes Babtista M. Ronny K., Samijo, Sukimin, Tedi Fransiska, Nur Hayat, dan Paino Widodo.

Aksin menyatakan bahwa BAHU NasDem Jateng akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, terbuka, dan adil. Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Kami tidak ingin rakyat kecil terus menjadi objek dalam dugaan kriminalisasi hukum. Mereka juga punya hak, dan kami akan berdiri di belakang mereka sampai keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
SMK Tadika Pertiwi Gelar Kegiatan Kunjungan Industri Ke Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Dukung Anak Istimewa, Pemkot Depok Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial 2026
51 Himpunan, 47 Kampus: PERMIKOMNAS Jateng Perluas Kolaborasi Bersama Buana News
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru