Dwi WNS, Sosok Inspiratif bagi Dunia Disabilitas Dibidang Musik

- Editor

Senin, 29 Januari 2024 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Meskipun Totally Blind (buta total) dan memiliki Gangguan Spektrum Autisme (GSA), Dwi WNS tak menjadikannya halangan untuk berkarya. Gadis periang yang dapat menjadi sosok inspiratif bagi dunia disabilitas tersebut meluncurkan lagu perdananya berjudul Akulah yang Terbaik. Label musik Ladofa Doredo telah merilis di berbagai platform musik digital beberapa waktu lalu.

Dwi WNS mengatakan lagu Akulah yang Terbaik bercerita tentang kisah hidupnya sendiri sebagai Totally Blind dan GSA. Dwi sendiri yang menulis karya lagu tersebut.

“Pesan pada lagu itu adalah rasa syukur saya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saya telah diciptakan seindah rupa sekaligus sempurna. Saya lihat masih ada lagi yang lebih kesulitan daripada saya. Semoga saya selalu menjadi orang yang selalu bersyukur,” kata Dwi.

Dwi WNS punya nama kepanjangan Dwi Wahyuni Nur Syakinah, anak dari pasangan Selamet Widi Hartanto (Bengkulu Utara) dan Rochayati (Desa Manjunto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu). Saat ini Dwi tinggal di Kota Padang untuk berkuliah di Jurusan Pendidikan Luar Biasa – Universitas Negeri Padang.

Dwi WNS juga mengatakan, tidak mudah rasanya menjadi tuna ganda seperti dirinya, apalagi di dunia perkuliahan. Dwi merasa paling beda dari teman-temannya, baik temannya yang difabel maupun yang non difabel. Dahulunya Dwi bukanlah seorang Totally Blind. Saat kelas 3 SMP, Dwi mendapat musibah yang merenggut penglihatannya.

“Dulunya saya non verbal, dan saya dianggap nakal dan cari perhatian. Meski begitu, saya alhamdulilah selalu mendapat juara dari SD hingga SMK. Teman-teman saya yang typical berperan penting dalam tiap tahapan perkembangan saya. Sungguh panjang kisah hidup saya sehingga tidak dapat saya tulis satu per satu,” kata Dwi.

Seperi dijelaskan oleh Dwi WNS, ia mendapat inspirasi lagu Akulah yang Terbaik dari keadaan yang ia jalani sebagai Totally Blind dan GSA. Hobi dan bakat di bidang musik jadi jalan bagi Dwi untuk menuangkannya ke dalam karya lagu. Jika nanti ada rezeki dari lagu tersebut, Dwi ingin membantu kedua orang tuanya untuk membayar biaya kuliahnya sendiri, sekaligus menambah uang jajannya.

Motivasi Dwi WNS melahirkan karya lagu lebih menekankan pada rasa untuk selalu bersyukur dan selagi mampu kembangkanlah sayap. Dwi tergerak untuk membuat abangnya merasa bangga atas prestasinya, agar membangkitkan semangat dalam diri Dwi.

Lebih lanjut Dwi WNS mengatakan, orang-orang yang memberi dukungan langsung padanya untuk melahirkan karya lagu adalah kedua orang tuanya, Irma Yeni (temannya), dan Irfan Satria yang berperan penting dalam pembuatan musik hingga lagu tersebut siap untuk diluncurkan.

“Tanpa dukungan mereka saya tak bisa seperti ini. Teman saya Irma juga sangat berperan dalam perkembangan diri saya sehingga seperti sekarang. Impian saya adalah agar saya mendapat dukungan untuk karya saya selanjutnya, dan dapat membantu saya dalam memudahkan kuliah saya. Mengingat, saya ingin lanjut kuliah S2 pada bidang kesenian pendidikan musik, untuk mengangkat derajat orang-orang yang telah mendukung saya,” kata Dwi.

Dwi WNS berpesan kepada para pendengar lagunya, jangan pernah remehkan orang yang terlihat tak berdaya atau lemah. Selalu lah bersyukur dan bersabar.

“Selama ini buta total maupun autisme hanya terkenal dengan gangguan berat dan tak mampu apa-apa. Stigma ini saya harap tidak ada lagi, karena bagi saya setiap makhluk ada potensinya. Mana mungkin Allah SWT menciptakan manusia tanpa potensi, namun setiap manusia diberi ujian yang beragam sesuai dengan kemampuannya,” kata Dwi.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026
Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan
Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam
Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global
Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan
Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:10 WIB

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026

Senin, 20 April 2026 - 10:35 WIB

Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Kamis, 16 April 2026 - 08:51 WIB

Taruna Ikrar Kepala BPOM Terima Award dari GP Farmasi Indonesia: Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026

Berita Terbaru