Benarkah Kita Punya Tujuh Kembaran di Dunia?

- Editor

Rabu, 12 Januari 2022 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Pernahkah kalian melihat orang yang mukanya mirip padahal bukan saudara? Ya tapi tidak cuma itu, bahkan sampai ada mitos kalau kita itu punya 7 kembaran di dunia.

Tapi pertanyaannya benarkah begitu? dan terus kenapa kita bisa punya kembaran-kembaran ini padahal bukan saudara kandung.

 

Jawabannya ini berkaitan erat sama genetika manusia sebagian besar manusia itu punya gen yang hampir sama jadi kita cuma sekecil 0,9% yang ngebedain kita sama orang lain. Makanya fakta menariknya ada kemungkinan seseorang itu punya kombinasi gen yang hampir sama dan kelihatan kembar sama orang lain.

 

Jadi ibarat kocok tumpukan kartu terus belajar ngambil dua kartu yang sama. Peluang ini juga semakin gede kalau orang-orang tersebut berasal dari suku yang sama, apalagi keluarga yang sama. Meskipun gitu nyatanya tidak akan semudah itu buat nemuin kembaran asing kita. Kenapa begitu?

 

Singkatnya terletak di muka kita, ya walaupun berbagi gen yang sama ternyata gen di wajah kita itu jauh lebih beragam dibanding bagian tubuh lainnya. Belum lagi faktor lingkungan dan nutrisi yang juga sama fisik seseorang.

 

Ditambah kata peneliti kemungkinan nemuin kembaran asing kita itu cuma satu banding satu triliun alias butuh populasi sebesar 127 bumi untuk terdapat sepasang kembaran tidak sedarah. Oke tapi kalau gitu kenapa nyatanya gampang-gampang aja nungguin mereka!

 

Alasan utamanya karena otak manusia itu cenderung melihat pola wajah secara keseluruhan. Jadi dibanding lihat wajah gambar otak kita itu prosesnya kayak lihat peta.

Contohnya kalau ketemu orang kita langsung melihat fitur wajahnya, kayak kita pas lihat pulau sulawesi dan lalu kita hubungin bentuknya kayak huruf

 

Padahal kalau kita lihat lebih teliti bagian-bagian wajahnya sebenarnya mereka tidak terlalu kembar-kembar juga. Maka dari itu kenapa semua anak kecil yang botak sekilas kelihatan mirip.

 

Ya mungkin memang benar ada orang mirip kita di luar sana walau sebenarnya tidak kembar kembar banget. Jadi Apakah ada di antara kalian yang punya pengalaman lihat orang yang mirip banget sama kalian sendiri?.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi
KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK
Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong
Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
Taruna Ikrar Dorong Kolaborasi BPOM–Unhan, Sains dan Pengabdian Jadi Pondasi Pengawas Masa Depan
Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla
Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta
Membaca Komunikasi Presiden Prabowo Subianto melalui Integrated Reality Theory

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 17:36 WIB

KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK

Jumat, 18 September 2026 - 09:32 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Jumat, 18 September 2026 - 09:23 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 - 22:19 WIB

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 18:45 WIB

Membaca Komunikasi Presiden Prabowo Subianto melalui Integrated Reality Theory

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WIB

Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Nasril Bahar Tekankan kesadaran kebangsaan yang kuat

Berita Terbaru

Nasional

KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:36 WIB