Siaranindonesia.com, Jakarta — Polemik pengelolaan tiket penyeberangan di Pelabuhan Muara Angke akhirnya mendapat perhatian serius dari pimpinan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Persoalan yang sebelumnya ramai disorot terkait pelayanan dan mekanisme tiket kini telah sampai ke meja Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tak berhenti pada menerima laporan, Kadishub disebut akan memanggil Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP), Afandi Nofrizal, untuk memberikan arahan.
Kepastian tersebut disampaikan melalui pesan kepada wartawan setelah persoalan tiket Muara Angke disampaikan kepada jajaran Dishub DKI.
“Terkait atensi Bang Tedi, sudah saya sampaikan ke Pak Kadis. Beliau akan panggil Pak Afandi untuk diberikan arahan,” demikian isi pesan tersebut.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan pelayanan tiket di Pelabuhan Muara Angke tidak dianggap sebagai persoalan sepele.
Sebelumnya, sejumlah pertanyaan telah diajukan terkait sistem penjualan tiket, ketersediaan tiket bagi masyarakat, mekanisme pembelian secara langsung maupun elektronik, serta transparansi pelayanan penyeberangan menuju Kepulauan Seribu.
Namun, penjelasan dari Kepala UPAP Afandi Nofrizal masih menjadi bagian yang ditunggu.
Kini bola berada di tangan Afandi.
Pemanggilan oleh Kadishub DKI diharapkan menjadi momentum untuk membuka secara terang bagaimana sesungguhnya sistem pengelolaan tiket di Pelabuhan Muara Angke berjalan.
Apakah seluruh tiket telah dikelola sesuai mekanisme yang ditetapkan? Bagaimana memastikan masyarakat mendapatkan akses tiket secara adil? Dan bagaimana pengawasan dilakukan agar tidak muncul celah dalam pelayanan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka karena Pelabuhan Muara Angke merupakan salah satu pintu utama masyarakat menuju wilayah Kepulauan Seribu.
Publik tentu tidak membutuhkan polemik berkepanjangan. Yang dibutuhkan adalah kepastian, transparansi, dan pelayanan yang tidak membuat masyarakat bertanya-tanya.
Pemanggilan Afandi oleh Kadishub DKI pun kini menjadi perhatian. Publik menunggu apakah arahan pimpinan tersebut akan diikuti dengan klarifikasi terbuka dan pembenahan pelayanan di lapangan.
Satu hal yang jelas: persoalan tiket Muara Angke kini sudah naik level—dari sorotan publik menjadi perhatian langsung pimpinan Dishub DKI Jakarta.
























