Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik

- Editor

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan waktu kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk memperbaiki validitas data penerima manfaat, tata kelola pelaksanaan, serta mekanisme distribusi program.

Menurut Chamad Hojin, keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan dan dinamika yang berkembang di masyarakat. Sebaliknya, evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas implementasi program agar semakin tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

“Program sebesar MBG memang tidak mungkin langsung sempurna sejak awal. Yang paling penting adalah adanya kemauan pemerintah untuk mendengar aspirasi masyarakat, mengevaluasi pelaksanaan, dan segera melakukan perbaikan ketika ditemukan berbagai persoalan di lapangan,” kata Chamad Hojin, saat dihubungi Sabtu (18/7/2026).

Hojin menjelaskan, langkah evaluasi tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Puspoll Indonesia periode 18–26 Mei 2026. Survei tersebut menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis masih berada pada tingkat mayoritas, namun mengalami penurunan cukup signifikan dari 85,5 persen pada Agustus 2025 menjadi 55,5 persen pada Mei 2026.

Selain itu, 64,4 persen responden menyatakan kurang percaya atau tidak percaya bahwa Program MBG sepenuhnya bebas dari praktik korupsi, sementara dalam pengujian terhadap berbagai program prioritas pemerintah, MBG berada pada kelompok program yang dinilai masyarakat perlu mendapatkan pembenahan dalam implementasinya.

Meski demikian, temuan survei juga menunjukkan bahwa penurunan tersebut bukan merupakan penolakan terhadap tujuan Program MBG, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh kekhawatiran masyarakat terhadap pelaksanaannya.

“Masyarakat membedakan antara tujuan program dengan implementasinya. Mereka mendukung upaya pemerintah meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi pada saat yang sama menginginkan pelaksanaan yang lebih baik, lebih transparan, dan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei, terdapat beberapa aspek yang paling banyak menjadi perhatian masyarakat, antara lain:

* ketepatan sasaran penerima manfaat;
* kualitas dan keamanan makanan;
* transparansi pengelolaan anggaran;
* tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG);
* mekanisme pengawasan di lapangan;
* serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

Karena itu, menurut Hojin, langkah Presiden melakukan evaluasi terhadap data penerima manfaat maupun skema pelaksanaan program merupakan respons yang tepat terhadap aspirasi masyarakat.

“Pemerintah justru menunjukkan kepemimpinan yang adaptif. Ketika publik memberikan masukan melalui berbagai saluran, termasuk hasil survei, pemerintah merespons dengan melakukan evaluasi. Ini merupakan praktik tata kelola pemerintahan yang sehat,” ujarnya.

Puspoll Indonesia menilai evaluasi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada pembaruan data administrasi semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat keseluruhan tata kelola Program MBG.

Evaluasi perlu mencakup audit terhadap rantai pengadaan, standar keamanan pangan, mekanisme distribusi, sistem pengawasan, keterbukaan informasi kepada publik, hingga pengukuran dampak program terhadap perbaikan status gizi anak.

Menurut Hojin, keberhasilan Program MBG pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau jumlah dapur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana program mampu meningkatkan kualitas gizi anak, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.

“Keberanian melakukan evaluasi merupakan bagian dari good governance. Program prioritas nasional akan memperoleh kepercayaan publik apabila pemerintah secara terbuka melakukan koreksi terhadap berbagai kelemahan implementasi. Kami melihat langkah Presiden ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kredibilitas sekaligus keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis,” tutup Chamad Hojin.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru