Puluhan Ribu Santri dan Masyarakat Antusias Padati Santri Land Festival di Alun-alun Pondok Aren

- Editor

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com-Puluhan ribu santri dan masyarakat Kota Tangerang Selatan mulai memadati Alun-alun Pondok Aren di Kawasan Bintaro. Mereka berdatangan untuk hadir di Festival Santri Land yang menjadi bagian rentetan acara Peringatan Hari Santri yang akan dirayakan pada 22 Oktober mendatang.

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangerang Selatan selaku ketua panitia penyelenggara Santri Land, Aditia Warman menuturkan bahwa puluhan ribu santri dan masyarakat menjadi bentuk antusias atas acara tersebut. Dia menjelaskan bahwa para santri dan masyarakat sedang menantikan format baru dalam pagelaran menyambut Hari Santri.

“Dengan dinamika saat ini, ketika banyak persepsi negatif dari masyarakat akan pesantren, peringatan Hari Santri menjadi suatu hal yang dinantikan. Sehingga kami akan menghadirkan gebrakan baru, dan puluhan ribu orang yang hadir di hari ini menjadi buktibahwa acara ini tidak hanya diterima namun dinantikan,” kata Aditia yang juga Pimpinan Ponpes Al Amanah Al Gontory dalam keterangan pers di Alun-alun Pondok Aren, Sabtu (18/10/2025).

Dalam gebrakan Hari Santri di Festival Santri Land, Aditia mengajak santri dan alumni pondok pesantren se-Tangerang Selatan untuk hadir di Alun-alun Pondok Aren pada Minggu, 19 Oktober 2025. Acara tersebut akan diisi dengan aneka ragam kegiatan yang semuanya diisi dan diikuti oleh para santri.

“Kami akan menghadirkan Festival Santri Land yang semuanya diikuti dan ditampilkan oleh santri. Bertepatan dengan Hari Santri yang akan diperingati pada 22 Oktober, kami ingin menunjukkan kepada publik mengenai peran pesantren kepada masyarakat, dan betapa sakralnya institusi pesantren,” kata Aditia.

Sementara Kiai Angga kautsar ibrahim Pimpinan Darunnajah 9 menyampaikan, bahwa kegiatan Santri Land menjadi upaya para santri bersama kiai dalam mengubah persepsi buruk sebagian masyarakat terhadap pesantren. Dirinya menyadari bahwa keresahan masyarakat mengenai pesantren terjadi karena mispersepsi publik sehingga perlu diluruskan dengan syiar.

“Kami berharap, Santri Land bukan hanya sekedar agenda festival ataupun karnaval semata, cara tersebut harus bermuatan dakwah dan syiar sesuai dengan narasi pendidikan keislaman yang selalu diajarkan di pesantren,” terang Kiai Angga.

Bersama Yayasan Khas yang bergerak dalam kegiatan pendidikan pesantren, Aditia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak hanya hadir dalam Santri Land sebagai penonton namun juga ikut aktif menjadi pendukung eksistensi pesantren dengan menandatangani petisi. Dalam petisi tersebut akan berisikan pernyataan bersama mendukung narasi positif pesantren.

“Akan ada tandatangan petisi bersama untuk mendukung eksistensi pesantren. Kami ingin masyarakat umum juga ikut terlibat dalam membangun narasi positif tentang pesantren,” terangnya.

Event Organizer ALTA selaku penyelenggara Santri Land, Akbar Yadi menuturkan bahwa karnaval dan festival tersebut akan dihadiri oleh ribu masyarakat, santri dan alumni pondok pesantren seluruh Tangerang Selatan. Dia berharap keramaian tersebut menjadi agenda dakwah dan menciptakan atmosfir positif di wilayah Tangerang Selatan.

“Kami sebagai santri ingin berdakwah dan menyampaikan syiar Islam sekaligus menunjukkan narasi positif mengenai pesantren. Dalam acara ini, masyarakat dapat melihat sisi lain pesantren yang tidak hanya berkutat pada pelajaran keagamaan namun juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang minat dan bakar para santri,” ungkapnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

IKAHI Gelar Seminar Nasional HUT ke-73, Bahas Implementasi Pidana Non-Penjara
Perkuat Khidmat Global, Lembaga Dakwah PBNU Gelar Silaturahmi Virtual bersama Dai Go Global dan PCINU Lintas Negara
Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026
Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan
Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam
Kepercayaan Publik Meningkat, Pemerintahan Prabowo Subianto Dinilai Sukses Hadapi Tekanan Global
Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi
Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:26 WIB

IKAHI Gelar Seminar Nasional HUT ke-73, Bahas Implementasi Pidana Non-Penjara

Selasa, 21 April 2026 - 06:52 WIB

Perkuat Khidmat Global, Lembaga Dakwah PBNU Gelar Silaturahmi Virtual bersama Dai Go Global dan PCINU Lintas Negara

Senin, 20 April 2026 - 11:10 WIB

Fadar Tour Tunjukkan Profesionalisme, Perkuat Kolaborasi Global dalam Halal Bihalal SAHI 2026

Senin, 20 April 2026 - 10:35 WIB

Jaga Desa Dinilai Lindungi Kepala Desa dari Gangguan Oknum, Pemerintah Perkuat Pendampingan

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB

Spirit Karbala Menjadi Resilience dan Endurance Peradaban Persia Islam

Sabtu, 18 April 2026 - 09:18 WIB

Pakar Hukum Bantah Tuduhan IAW, Tegaskan PT Nusa Halmahera Mineral Tidak Terlibat Kasus Korupsi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:23 WIB

Demi Jaga Kerukunan, Arnod Sihite Tak Setuju Jusuf Kalla Dipolisikan

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Berita Terbaru