Temui Arif-Rista, Puluhan Guru PAI Kebumen Minta Diperhatikan

- Editor

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan guru PAI berdialog dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen Arif-Rista.

Puluhan guru PAI berdialog dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen Arif-Rista.

Kebumen, Siaran Indonesia – Sejumlah guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Kebumen menggantungkan secercah harapan kepada pasangan calon Arif-Rista. Mereka menilai paslon nomor urut 02 ini mampu memperjuangkan nasib kesejahteraan para guru di masa akan datang.

Ketua MGMP Guru PAI Kebumen Ahmad Mujai bercerita selama ini nasib sebagian guru PAI masih belum jelas. Para guru mengeluh karena tidak ada kejelasan leading sektor, apakah ikut ke Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan. Sedangkan kedua kementerian tersebut justru dinilai saling lempar tanggungjawab.

“Kami mengadu kepada bupati walaupun posisi cuti. Kami mohon diurusi betul,” ujar Mujai, Kamis (17/10/2024).

Pada pertemuan itu para guru berdiskusi dan saling bertukar fikir untuk kesejahteraan di masa mendatang. Mereka meluapkan seluruh keluh kesah dihadapan Arif-Rista. Banyak unek-unek atau aspirasi yang disampaikan para guru terkait kejelasan nasib, apalagi selama ini guru PAI dianggap hanya sebelah mata.

“Kami harus berjuang bersama. Ribuan guru PAI yang ada dibawah. Kami menghadap supaya ada solusi terbaik. Tahun ini atau tahun depan,” jelasnya.

“Alhamdulillah selama Pak Arif menjabat. Sudah begitu diperhatikan. Guru PAI ASN sudah PPG semua.
Sekarang tinggal yang ASN P3K yang belum clear PPG. Jumlahnya GPAI SD 118 dan GPAI SMP 35,” urai Mujai.

Mujai menyebut, masih ada ribuan guru PAI di dalam MGMP yang perlu diperhatikan. Dia bersyukur, selama Bupati Arif Sugiyanto menjabat sudah cukup difikirkan. Meski demikian, paguyuban guru tersebut minta ke depan jauh lebih diperhatikan.

“Ada teman-teman kami yang belum tercover PPG. Masih banyak, jumlahnya sampai 400 an. Kendalanya kuota. Kemenag tidak menganggarkan dan keuangan tidak memungkinkan dari dinas,” urainya.

Sementara itu, Calon Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan berkomitmen untuk terus memperhatikan nasib para guru. Terutama bagi mereka para guru non ASN atau P3K. Menurutnya, guru memiliki peran strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya perlu diperhatikan dan mendapat apresiasi dari pemerintah.

“Insyaallah ini akan kami selesaikan di tahun 2025. Yang belum PPG diselesaikan. Seperti guru honorer. Kami harapkan P3K ke depan,” jelasnya.

Dirinya juga telah mendengar langsung tantangan para guru yang tergabung dalam MGMP. Terkait aspirasi sejatinya sudah difikirkan sejak menjabat sebagai bupati. Terbukti sudah banyak guru yang diangkat sebagai P3K. Hal inilah yang menjadi komitmen dirinya di dunia pendidikan.

“Jangankan guru, penjaga sekolah sudah saya usulkan P3K. Tinggal bagaimana kami bisa melobi Menpan RB,” tandas Arif.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Dilengkapi IPAL Sejak Awal Operasional, SPPG Yayasan Assidiqiyah Wonosari Perhatikan Pengelolaan Limbah
Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru