PCINU Tiongkok dan UIN Sunan Kalijaga Gelar Seminar “Santri Indonesia di Tiongkok”

- Editor

Jumat, 29 Maret 2024 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Yogyakarta – Tuntutlah ilmu, walau ke negeri China. Ada yang mengatakan kalimat itu sebuah Hadits tapi sebagian mengatakan itu bukan. Hadits atau bukan, namun kalimat itu sudah menjadi memori kultural bagi umat Islam bahwa China itu menjadi sangat penting artinya di masa lalu dan pastinya memiliki satu posisi yang sangat luar biasa kenapa sampai muncul kalimat itu.

Hal itu disampaikan pengurus Muslimat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta Himayatul Ittihadiyah, M.Hum saat membuka acara Roadshow Seminar Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok (red. China) di Convention Hall Lt.2 kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selasa, 26-3-2024.

Menanggapi hal tersebut, wakil Rois Syuriah PCINU Tiongkok Budy Sugandi, PhD mengatakan bahwa itu memang Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 1612.

“Tentang mencari ilmu ke negeri China itu memang Hadits, Buya Said Aqil Siradj juga pernah menyampaikan kala itu,” ucap Budy.

Dan saya amati dari berita-berita dan masyarakat memang ada spirit yang imbang antara pemerintah dalam menjalankan profesionalisme untuk memberikan kebijakan-kebijakan termasuk ketika bicara riset. Di China ada prioritas untuk berkolaborasi untuk melakukan semacam penta helix antara pemerintah, kampus dan masyarakat,” ucap Budy.

Dalam hal ketekunan, orang China itu patut diacungi jempol. Spirit kerjanya seperti tidak mengenal jam, itulah kenapa ketika ada investor dari China mereka lebih suka membawa orang-orang mereka sendiri karena mereka tahu bagaimana kerja mereka, lanjutnya.

Senada hal itu dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, Moh Khoerul Anwar, PhD menambahkan beberapa perbedaan China dan Indonesia.

“China dan Indonesia meskipun secara kultur sama budaya Timur tapi pola asuhnya berbeda, dan saya mengkaji tentang budaya itu. Antara pola satu yakni budaya itu berkaitan dengan pola kedua budaya,” ucap Khoerul.

Orang China menganggap semakin tinggi pendidikan anaknya, semakin mampu menyekolahkan anaknya maka dia semakin sukses. Meskipun orangtuanya dari kalangan biasa, sopir dan ibu rumah tangga misalnya. Mereka tetap akan menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin artinya semakin tinggi pendidikan anak maka semakin hebat untuk ke depan karena China mengagung-agungkan pendidikan, papar Khoerul.

“Di data tahun 2019, ada setengah juta pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di China. Ada yang jalur mandiri, dan sebagian jalur beasiswa. Kebanyakan yang melalui jalur beasiswa itu memang untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia,” ucap Rois Syuriah PCINU China Ahmad Syaifuddin Zuhri, SIP, LLM.

Jadi China itu strategi diplomasinya mengundang pelajar asing ke negaranya, dan jika telah lulus justru mereka akan diarahkan untuk kembali ke negaranya masing-masing. Di negara China, jumlah pelajar asing terbanyak yakni Korea, kemudian kedua ada Amerika Serikat, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke tujuh, lanjut Zuhri sapaan akrabnya.

Dekan Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga Prof Muhammad Wildan mengajak mahasiswanya untuk banyak belajar tentang China baik dari narasumber langsung maupun dari buku seperti Santri Indonesia di Tiongkok.

“Ini buku yang menarik, buat adik-adik mahasiswa yang mau menempuh pendidikan disana jadi tahu kondisi sebenarnya disana terutama yang muslim. Kalau kita nyaman, tentunya akan menjadikan semangat,” ucap Prof Wildan.

Roadshow Seminar dan Diskusi Buku “Santri Indonesia di Tiongkok” ini merupakan rangkaian kegiatan program tahunan Nihao Ramadhan 2024 di 6 kota yakni Kendal, Banda Aceh, Pontianak, Yogyakarta, Indramayu, dan Mataram, yang diselenggarakan oleh PCINU Tiongkok dalam rangka menyemarakkan hari lahir ke 101 NU.

(Nazlal F. Kurniawan)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi
SEKJEND APKLI SAIFUL CHANIAGO OPTIMIS KEPEMIMPINAN PRESIDEN PRABOWO MAMPU WUJUDKAN EKONOMI TUMBUH 8% LEWAT EKONOMI KERAKYATAN
Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi
KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK
Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong
Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
Taruna Ikrar Dorong Kolaborasi BPOM–Unhan, Sains dan Pengabdian Jadi Pondasi Pengawas Masa Depan
Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:59 WIB

Turnamen Empang HUB 2026: Buktikan Mancing Itu Bukan Sekadar Hobi

Senin, 21 September 2026 - 08:28 WIB

SEKJEND APKLI SAIFUL CHANIAGO OPTIMIS KEPEMIMPINAN PRESIDEN PRABOWO MAMPU WUJUDKAN EKONOMI TUMBUH 8% LEWAT EKONOMI KERAKYATAN

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 09:32 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Jumat, 18 September 2026 - 09:23 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Kamis, 17 September 2026 - 13:48 WIB

Taruna Ikrar Dorong Kolaborasi BPOM–Unhan, Sains dan Pengabdian Jadi Pondasi Pengawas Masa Depan

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 - 22:19 WIB

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta

Berita Terbaru