- Editor

Kamis, 21 Maret 2024 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Tasu’a adalah tanggal 9 Muharram. pada tanggal 9 Muharram ini kita dianjurkan puasa, mengiringi puasa asyura di tanggal 10 Muharram besok harinya. agar puasa kita tidak menyamai puasa yang dilakukan yahudi, yaitu pada tanggal 10 Muharram saja.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma bahwa ketika nabi Saw, melaksanakan puasa Asyura dan beliau perintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu,ada beberapa sahabat yang melaporkan:”wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang yahudi dan Nasrani.” lalu nabi Saw, bersabda yang artinya, “jika datang tahun depan, insyaallah kita akan puasa tanggal 9(Muharram).” Ibnu Abbas melanjutkan,”namun belum sampai menjumpai Muharram tahun depan, Rasulullah Saw, sudah wafat.”(HR.MUSLIM 1916).

An-nawawi mengumpulkan beberapa penjelasan tentang hikmah dianjurkannya puasa Tasu’a,

1.Tujuan puasa Tasu’a ini adalah menyelisihi orang yahudi, yang hanya melaksanakan puasa di tanggal 10 saja. ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma.

2.Tujuan puasa Tasu’a adalah untuk mengiringi puasa hari Asyura dengan puasa di hari sebelumnya. sebagaimana nabi Saw melarang puasa di hari Jum’at saja.

3. Sebagai sikap kehati-hatian dalam menentukan kapan puasa Asyura, karena ketidakjelasan munculnya hilal dan kemungkinan adanya kesalahan dalam penentuan hilal Muharram.

Sehingga bisa jadi tanggal 9 dalam perhitungan manusia, sejatinya merupakan tanggal 10 Muharram yang sebenarnya.[AL-MAJMU’ SYAHR MUHADZAB, 6/383].

Komentar Facebook

Berita Terkait

Paradoks Demokrasi Elektoral dan Stagnasi Produktivitas
Koalisi Permanen, Stabilitas Politik, dan Tantangan Pertumbuhan 8 Persen
Ekonomi Pesantren sebagai Proyek Strategis Nasional
Era Kesadaran Baru: Ketika Bangsa Indonesia Beranjak Dewasa
Ekonomi Butuh Disiplin Politik: Mengapa Penyederhanaan Pilkada Relevan bagi Industrialisasi Indonesia
Ngalap Barokah KH. Abu Dardiri: “Ulama Dermawan, Penulis Kitab Pessalatan Asal Kebumen”
Dari Statistik ke Struktur: Berkaca Model China dalam Pengentasan Kemiskinan Nasional
Selamat Jalan Kanda, Kita Ditakdirkan Berbeda
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:06 WIB

Hilirisasi dan Peradaban Bangsa: Catatan Kritis Ridwan Hisjam

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:45 WIB

Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pengundian Badai Emas Periode II Tahun 2025

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:23 WIB

Reuni Akbar Alumni Gontor 2006 Glorious Naturalist, 20 Tahun Berkhidmah, Menjemput Ridho Kiai

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:44 WIB

Soal Dana KIP, Rektor IAINU Kebumen Mengakui Langgar Aturan

Senin, 19 Januari 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Transformasi Digital, Seluruh Layanan Pegadaian Kini Terintegrasi di Aplikasi Tring!

Senin, 19 Januari 2026 - 06:59 WIB

DPC PDIP Kebumen Gelar Tasyakuran HUT ke-53, Sosialisasikan Hasil Rakernas Partai

Senin, 19 Januari 2026 - 06:39 WIB

Ridwan Hisjam: Pilkada Dipilih DPRD Bukan Kemunduran Demokrasi

Senin, 19 Januari 2026 - 06:32 WIB

Ribuan Sekolah Terdampak Bencana, Hetifah Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan

Berita Terbaru

Nasional

Hilirisasi dan Peradaban Bangsa: Catatan Kritis Ridwan Hisjam

Kamis, 22 Jan 2026 - 19:06 WIB

Ilustrasi

Opini

Paradoks Demokrasi Elektoral dan Stagnasi Produktivitas

Rabu, 21 Jan 2026 - 15:09 WIB