Dirasakan Banyak Manfaat, BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasikan Program JKN

- Jurnalis

Jumat, 9 Februari 2024 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dany Saputro saat menggelar sosialisasi program JKN ke masyarakat Purworejo.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dany Saputro saat menggelar sosialisasi program JKN ke masyarakat Purworejo.

Purworejo, Siaran Indonesia – Guna meningkatkan pemahaman terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Kebumen gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kali ini, sosialisasi Program JKN dilaksanakan di Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo pada kamis (08/02).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dany Saputro menyebut BPJS Kesehatan mempunyai kewajiban untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Program JKN. Bagi masyarakat yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN, sangat penting memahami hak dan kewajibannya. Dengan mengetahui hak dan kewajibannya, diharapkan tidak menemui kendala atau permasalahan dalam pemanfaatan program JKN nantinya.

“Selain memiliki kewajiban, setiap peserta JKN memiliki hak yang diantaranya mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan saat membutuhkan pengobatan. Namun tidak berhenti disitu saja, peserta JKN juga berhak untuk mengetahui prosedur pelayanan yang berlaku pada program JKN,” terang Dany.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dany dalam sambutannya juga membeberkan alasan masyarakat harus menjadi peserta Program JKN. Setidaknya ada tiga alasan, diantaranya adalah protection, sharing dan compliance.

Dengan menjadi peserta JKN, masyarakat dapat terlindungi jika sakit, terutama sakit yang berbiaya mahal, itulah protection. Pada saat sehat, iuran yang dibayarkan dapat membantu peserta JKN lainnya yang sedang membutuhkan pengobatan, dan itu merupakan bentuk sharing. Sebagai warga negara yang taat pada regulasi (compliance), sudah seharusnya menjalankan kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 20004 tentang Sistem Jaminan Sosial.

“Sebenarnya bentuk sharing di masyarakat Indonesia sudah berjalan dari jama dahulu. Para pendiri negara kita sering menyebutnya dengan gotong royong. Dalam agama islam pun ada yang namanya shodaqoh dan prinsipnya pun sama yakni untuk saling tolong menolong. Nilai-nilai inilah yang diambil untuk pengelolaan program JKN ini,” sebut Dany.

Dany pun mencontohkan bentuk gotong royong yang dilakukan dalam program JKN. Untuk dapat membiayai satu orang operasi jantung, membutuhkan biaya lebih dari 130 juta rupiah.

Dibutuhkan pula 1.350 orang peserta sehat kelas tiga yang membayar iuran, agar dapat membiayai biaya pelayanan operasi jantung tersebut. “Kesimpulannya, proteksi jaminan kesehatan seluruh penduduk hanya akan terwujud jika seluruh penduduk bergotong royong dengan menjadi peserta JKN,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Purworejo per Desember 2023, telah mencapai 96,75 persen. Itu artinya, ada 774.690 jiwa penduduk telah terdaftar JKN dari total jumlah Penduduk Purworejo yang berjumlah 806.374 jiwa. Menyisakan kurang lebih 31.684 jiwa yang terus didorong untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN.

“Terdaftar menjadi peserta JKN itu penting, namun yang tidak kalah penting adalah memastikan status kepesertaannya agar selalu aktif. Dengan begitu, tidak lagi khawatir jika sewaktu-waktu digunakan untuk akses pelayanan kesehatan,” ungkap Dany.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Supardi yang merupakan salah satu dari peserta sosialisasi mengungkapkan pentingnya menjadi peserta JKN. Ia dan keluarganya telah rutin memanfaatkan JKN untuk berobat di fasilitas kesehatan.

Diketahui, Supardi bersama istri dan kedua anaknya telah terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. “Kami sekeluarga sudah merasakan manfaat nyata dari program JKN ini. Saya rutin cuci darah di RSUD Tjokronegoro setiap dua minggu. Berobatnya pakai JKN dan biaya di rumah sakitnya pun gratis,” ungkap Supardi.

Ia pun mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang terus mengedukasi masyarakat terkait Program JKN. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena secara nyata masih ada masyarakat yang belum aware terkait pentingnya jaminan kesehatan. Dengan adanya sosialisasi ini, ia harap masyarakat lebih peduli jaminan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya.

“Masih banyak saya temui masyarakat yang kurang peduli dengan jaminan kesehatan, karena saat itu kondisinya sehat-sehat saja. Namun saat sudah sakit, buru-buru daftar JKN. Itu yang tidak benar, seharusnya sudah diurus sewaktu sehat dan dipastikan aktif kepesertaannya,” tutup Supardi.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Daftar 5 Universitas Naungan Perusahaan Plat Merah, Lulusannya Berkiprah di BUMN
LPM Aktif dan Non Aktif Dukung Supian Suri Jadi Walikota Depok 2024
Mazhab HM : Semua Bepeluang Jadi Wali Kota Depok Usai 3 Periode Mohammad Idris Bawa PKS Menang di Kota Depok
DPP GAMKI Putuskan Tuan Rumah Paskah dan Dies Natalis GAMKI 2024 di Alor, NTT
Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly
Program Dakwah NU Mendunia, 18 Ribu WNI Taiwan Padati Sholat Idulfitri 1445 H /2024 M
Sibuk Atur Arus Mudik, Polisi Satlantas Polres Kebumen Sampai Buka Puasa Di jalanan
Pandan Kuning Park Kebumen Siap Sambut Wisatawan Saat Libur Lebaran

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 12:59 WIB

Daftar 5 Universitas Naungan Perusahaan Plat Merah, Lulusannya Berkiprah di BUMN

Selasa, 16 April 2024 - 11:26 WIB

LPM Aktif dan Non Aktif Dukung Supian Suri Jadi Walikota Depok 2024

Selasa, 16 April 2024 - 11:22 WIB

Mazhab HM : Semua Bepeluang Jadi Wali Kota Depok Usai 3 Periode Mohammad Idris Bawa PKS Menang di Kota Depok

Sabtu, 13 April 2024 - 16:26 WIB

DPP GAMKI Putuskan Tuan Rumah Paskah dan Dies Natalis GAMKI 2024 di Alor, NTT

Sabtu, 13 April 2024 - 16:19 WIB

Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly

Senin, 8 April 2024 - 08:04 WIB

Pengajian Al-Hidayah Deklarasi Airlangga Hartarto Maju Ketum Golkar Lagi

Minggu, 7 April 2024 - 16:38 WIB

Hj. Eko Suwarni SH MH Turut mendampingi PJ Gubernur Jateng, melepas Mudik Gratis KA. Jaka Tingkir

Jumat, 5 April 2024 - 22:15 WIB

Literasi Digital Edisi ke-7, LD PBNU Imbau Warganet untuk Saring sebelum Sharing

Berita Terbaru

Nasional

Pro-Kontra Soal Habib, Ini Jawaban Sejuk Gus Wahyu NH. Aly

Sabtu, 13 Apr 2024 - 16:19 WIB