Workshop Guru Kimia, Mengubah Persepsi Ilmu Sulit Jadi Mudah dan Menyenagkan

- Editor

Kamis, 1 Februari 2024 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Dalam ranah ilmu pengetahuan, ilmu kimia tampaknya masih berada di bawah bayang-bayang popularitas disiplin ilmu lainnya. Padahal tak sedikit kontribusinya buat kemaslahatan manusia. Sebut saja peran ilmu kimia dalam pengembangan vaksin dan obat Covid-19. Ilmu kimia juga terlibat dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2 dan pengembangan produk desinfektan serta sanitizer yang efektif dalam membunuh virus SAR-CoV-2.

Kurang populernya ilmu kimia, disebabkan persepsi bahwa kimia adalah ilmu yang sulit dipelajari. Penelitian Priliyanti (2021) mengungkap 48% siswa SMA menganggap pembelajaran kimia tergolong cukup sulit. Faktor eksternal musababnya ditengarai karena metode mengajar yang diterapkan guru, pengaruh negatif teman sebaya, serta keadaan dan waktu pembelajaran yang kurang kondusif.

Guna meningkatkan ketertarikan masyarakat mempelajari ilmu kimia, Universitas Pertamina (UPER) menggelar kegiatan workshop bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Guru Kimia Se-DKI Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2024 lalu. Melalui workshop tersebut, para dosen Program Studi Kimia membantu para guru untuk meningkatkan kompetensi mengajar.

“Dikenal sebagai salah satu ilmu yang sulit, disiplin ilmu kimia nyatanya memiliki kontribusi yang besar serta pengembangan ilmu memiliki prospek cemerlang. Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami menyelenggarakan pelatihan kepada guru kimia di Jakarta untuk memberikan gambaran pembelajaran kimia yang menyenangkan. Melalui implementasi ilmu dalam pembuatan berbagai proyek kimia,” ujar Dr. Nila T. Berghuis, S.Si., M.Si., lulusan program doktoral kimia ITB yang menjabat Ketua Program Studi Kimia UPER (26/1).

Pelatihan yang diikuti oleh 100 guru kimia di Jakarta itu berfokus pada proyek keberlanjutan. Seperti pembuatan solar panel sederhana dan pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung. Melalui partisipasi tersebut, menjadi langkah awal dalam pembelajaran kimia yang inovatif dan berkelanjutan.

Pada workshop pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung, tim Prodi Kimia UPER menyiapkan sampah kulit jagung, ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan. Selanjutnya sampah kulit jagung yang telah dihaluskan seperti bubur dicampur dengan ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan serta dikeringkan selama 12 jam untuk berubah wujud menjadi tisu.

Sedangkan pada pelatihan pembuatan solar panel sederhana, tim Prodi Kimia menggunakan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu alat penyerap cahaya dan pemisah muatan listrik melalui molekul pewarna. Dalam kegiatan tersebut pewarna yang digunakan merupakan pasta blueberry dan pasta buah naga. Hasilnya mendapati bahwa pasta blueberry mampu membantu menyerap cahaya dan menghasilkan listrik lebih banyak.

“Workshop yang digelar di Lab Kimia Integrasi dan Lab Kimia Dasar berhasil menarik antusiasme dari para peserta. Kami juga membagikan pengetahuan mengenai prospek karir di bidang kimia, menegaskan pentingnya ilmu kimia di berbagai bidang seperti kesehatan, industri, lingkungan, teknologi, hingga kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat dari produk di sekitar kita seperti kosmetik, deterjen, dan berbagai bahan konstruksi,” tambah Dr. Nila.

Sementara itu, Prof. Rudy Sayoga Gautama Benggolo, IPU., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UPER menyampaikan bahwa Program Studi Kimia UPER menyusun kurikulum yang bersinergi dengan kebutuhan riil masyarakat dan industri.

“Meskipun kental dengan orientasi ilmu ke ranah sains, ilmu kimia mampu menjawab kebutuhan riil industri. Pada Program Studi Kimia UPER, kurikulum yang disusun berlandaskan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan keunggulan pada bidang Bioteknologi, Kimia Migas, Kimia Medisinal, dan teranyar kehadiran mata kuliah Kimia Kosmetik. Selain itu, setiap pembelajaran juga didukung oleh dosen ahli dan praktisi dari masing-masing bidang kimia. Hal tersebut menjadikan Prodi Kimia UPER lebih unggul dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di sosial dan industri,” ungkap Prof. Rudy.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru