Petani dan Pedagang Sayur di Kebumen Ramaikan Musik Trailer Bolone Mase

- Editor

Rabu, 31 Januari 2024 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Carreta Indonesia Bolone Mase mendarat di Rest Area Kendil Jawa, Tanggulangin, Klirong.

Carreta Indonesia Bolone Mase mendarat di Rest Area Kendil Jawa, Tanggulangin, Klirong.

Kebumen, Siaran Indonesia – Truck trailer musik Bolone Mase yang merupakan relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka kembali menghibur masyarakat Kebumen, kali ini bertempat di Rest Area Kendi Jawa, Tanggulangin, Klirong dan Rest Area Shalihah, Kebekelan, Prembun pada Selasa 30 Januari 2024.

Berbeda dengan sebelumnya, truck trailer musik yang bertema Carreta Indonesia di Tanggulangin ini menghadirkan komunitas petani dan peternak. Sedangkan yang di Kebekelan, Prembun menghadirkan para pedagang sayuran kangkung. Kegiatan pun berlangsung sukses.

“Seperti biasa bahwa Carreta Indonesia ini hadir untuk menghibur masyarakat sesuai reques, kebetulan hari ini kita kembali adakan di dua tempat. Pertama di Rest Area Kendi Jawa, Tanggulangin dari jam 13.00 sampai 17.00 dan di Kebekelan Prembun dari pukul 19.00 sampai 23.00,” ujar Koordinator Bolone Mase Kebumen Beny Surahman.

“Di Tanggulangin Klirong sendiri Carreta Indonesia diramaikan para petani alias tukang ngarit yang merupakan bagian dari Bolone Mase Kebumen. Sedangkan di Prembun diramaikan oleh komunitas pedagang sayur,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan silturahmi para koordinator di tingkat TPS untuk Kecamatan Klirong. Berlanngsung seja pukul 13.00 sampai dengan 17.00 wib, para relawan datang tampak antusias dan ikut berjoget bersama di depan Sound System yang menggelega dari trailer truck music tersebut.

“Secara keseluruhan kita bersilaturahmi yang kemarin sudah membentuk koordinator relawan sampai pada tingkat TPS,” lanjutnya.

Menurut Bensu sapaan akrabnya, konsep Carreta sendiri adalah bentuk kampanye yang dipakai oleh Relawan Bolone Mase untuk menyampaikan visi misi paslon nomor urut 02, serta memutarkan jingle Prabowo-Gibran.

“Sebetulnya kita mengkampanyekan atau menyampaikan visi misi dan juga jingle lagu prabowo, jadi kita memainkan musik dimana jingle Prabowo-Gibran kita mainkan di situ,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Hilirisasi dan Peradaban Bangsa: Catatan Kritis Ridwan Hisjam
Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pengundian Badai Emas Periode II Tahun 2025
Banyak Desa Dinilai Belum Geodetik, Santri Mengabdi Dukung Pemangkasan Dana Desa
Reuni Akbar Alumni Gontor 2006 Glorious Naturalist, 20 Tahun Berkhidmah, Menjemput Ridho Kiai
Soal Dana KIP, Rektor IAINU Kebumen Mengakui Langgar Aturan
Perkuat Transformasi Digital, Seluruh Layanan Pegadaian Kini Terintegrasi di Aplikasi Tring!
DPC PDIP Kebumen Gelar Tasyakuran HUT ke-53, Sosialisasikan Hasil Rakernas Partai
Ridwan Hisjam: Pilkada Dipilih DPRD Bukan Kemunduran Demokrasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:06 WIB

Hilirisasi dan Peradaban Bangsa: Catatan Kritis Ridwan Hisjam

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:45 WIB

Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pengundian Badai Emas Periode II Tahun 2025

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:23 WIB

Reuni Akbar Alumni Gontor 2006 Glorious Naturalist, 20 Tahun Berkhidmah, Menjemput Ridho Kiai

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:44 WIB

Soal Dana KIP, Rektor IAINU Kebumen Mengakui Langgar Aturan

Senin, 19 Januari 2026 - 12:24 WIB

Perkuat Transformasi Digital, Seluruh Layanan Pegadaian Kini Terintegrasi di Aplikasi Tring!

Senin, 19 Januari 2026 - 06:59 WIB

DPC PDIP Kebumen Gelar Tasyakuran HUT ke-53, Sosialisasikan Hasil Rakernas Partai

Senin, 19 Januari 2026 - 06:39 WIB

Ridwan Hisjam: Pilkada Dipilih DPRD Bukan Kemunduran Demokrasi

Senin, 19 Januari 2026 - 06:32 WIB

Ribuan Sekolah Terdampak Bencana, Hetifah Dorong Percepatan Pemulihan Pendidikan

Berita Terbaru

Nasional

Hilirisasi dan Peradaban Bangsa: Catatan Kritis Ridwan Hisjam

Kamis, 22 Jan 2026 - 19:06 WIB

Ilustrasi

Opini

Paradoks Demokrasi Elektoral dan Stagnasi Produktivitas

Rabu, 21 Jan 2026 - 15:09 WIB