Rutin Berobat, Pengrajin Batik Kebumen Akui Layanan JKN Semakin Baik

- Editor

Rabu, 17 Januari 2024 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Siaran Indonesia – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mengandalkan JKN sebagai jaminan biaya pengobatannya. Eni Maftukhah (56) menjadi jadi salah satunya.

Warga Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen ini mengatakan dirinya dan keluarganya telah berulang kali memperoleh pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan JKN miliknya. Ia dan suaminya diketahui terdaftar sebagai Peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Ya sering berobat pakai JKN, karena kebetulan saya menderita hipertensi. Hampir setiap bulan rutin kontrol, bahkan kalau tiba-tiba pusing saya tetap berobat meskipun belum jadwal kontrol,” ujar Eni usai periksa di Puskesmas Kebumen 3, Jumat (12/01).

Baca juga: Penderita Stroke Mengaku Puas dengan Program JKN

Wanita yang berprofesi sebagai pengrajin batik kebumen ini mengaku tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan diskriminasi saat berobat menggunakan Program JKN. Selain itu, selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan ia juga tidak pernah ditarik biaya tambahan sepeser pun.

Pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan, diagnosa, perawatan, tindakan medis, rawat inap, obat-obatan termasuk biaya konsultasi dokter dan pemeriksaan laboratorium, juga tuntas ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Pernah beberapa kali mendengar kabar kalau pake JKN, diperlakukan dengan tidak layak. Namun yang saya rasakan justru sebaliknya, pelayanannya sangat baik dan sejauh ini tidak ada masalah,” ungkap Eni.

Baca juga:Bebas Biaya Operasi Tumor, Poniyah Rasakan Banyak Manfaat dari Program JKN

Setali tiga uang dengan Eni, sang suami pun sama-sama mengandalkan JKN untuk berobat. Bedanya, sang suami rutin berobat di Rumah Sakit Soedirman Kebumen untuk memeriksakan penyakit jantung yang suaminya derita. Ia mengaku sudah tiga tahun ini suaminya bolak balik kontrol ke rumah sakit.

“Sekali kontrol kalau pake umum bisa habis 300 ribu lebih, itu baru periksa belum termasuk obat-obatannya. Alhamdulillah selama tiga tahun ini semua biaya pengobatan ditanggung JKN,” ucapnya dengan penuh Syukur.

Sebagai Peserta JKN, ia benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat dengan menghadirkan program JKN ke tengah-tengah masyarakat. Melalui Program JKN, pemerintah berusaha untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan keadilan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dengan demikian pemerintah berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memberikan perlindungan kesehatan yang merata kepada seluruh penduduk.

“Kami sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN. Berkat Program JKN, keluarga kami dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis. Apalagi suami saat ini sudah tidak bekerja, jadi program JKN sangat-sangat membantu kami” jelasnya.

Eni juga mengatakan saat ini masyarakat tidak perlu lagi khawatir berobat menggunakan Program JKN. Selain kualitas pelayanannya yang kian baik, masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

BPJS Kesehatan telah menetapkan pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal peserta JKN. Dengan menggunakan NIK, data peserta sudah bisa diketahui oleh fasilitas kesehatan karena telah terintegrasi dengan sistem di BPJS Kesehatan.

Selain kemudahan penggunaan NIK, ada kemudahan-kemudahan lainnya. Pada saat dirujuk, peserta JKN tidak perlu lagi membawa surat rujukan secara fisik, karena sistem di puskesmas dengan di rumah sakit sudah terhubung.

“Saat ini sangat mudah, pengalaman mendampingi suami, terlebih dahulu periksa di puskesmas. Berdasarkan indikasi medis, suami harus dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Selanjutnya kita ke poli rumah sakit yang akan dituju dan menunjukan KTP ke bagian pendaftaran, tidak lagi ditanya-tanya surat rujukan fisiknya,” ucapnya.

Menurut Eni dengan adanya kebijakan meminimalisir berkas-berkas seperti surat rujukan fisik ataupun kewajiban pakai kartu JKN, sangat memudahkannya. Sebagai orang yang sudah tidak muda lagi, ia sering lupa.

Sudah sepatutnya instansi lain pun dapat menerapkan kebijakan yang sama seperti BPJS Kesehatan yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan bagi masyarakat.
“Kalau kebanyakan berkas kadang suka lupa taruh dimana. Anak-anak juga sering membantu mendampingi periksa baik saat di puskesmas maupun di rumah sakit. Namun sekarang semakin mudah, jadi meskipun saya berobat sendiri pun tidak akan jadi masalah,” tutupnya. (Sen)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Kepala BPOM Luncurkan Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman
Andi Najmi: Direct Cash Transfer Rawan Asymmetric Spending
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
LIMINAL Kenalkan Cerita Penuh Refleksi Diri Lewat Tayang Perdana di Surabaya
Pengawasan Aktif KSP Perkuat Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Terra Trove Hadirkan Dapur Mewah dan Berkelas dengan Sentuhan Batu Alam Modern
Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG
Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:55 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:23 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:45 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:14 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:17 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:12 WIB

Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

Berita Terbaru

Nasional

Kepala BPOM Luncurkan Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:12 WIB

Anggota Komisi I DPR RI Andi Najmi Fuaidi saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama BSSN dan Bakamla di Ruang rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, (12/6/2024). Foto: emadia.dpr.go.id

Nasional

Andi Najmi: Direct Cash Transfer Rawan Asymmetric Spending

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:50 WIB