Protes Peternak: Harga Ayam Hidup Terus Merosot, Pemerintah Didesak Ambil Tindakan

- Jurnalis

Kamis, 11 Januari 2024 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Puluhan peternak yang tergabung dalam Komunitas Peternak Nasional melakukan aksi protes di depan gedung Monas pada Kamis (11/1/2024), sebagai respons terhadap harga ayam hidup di kandang yang dianggap terus merosot selama 10 tahun terakhir. Dalam aksi protes tersebut, para peternak membagi-bagikan ayam hidup sebagai bentuk protes terhadap harga yang dianggap berada di bawah biaya pokok produksi.

Para peternak menekankan bahwa sementara harga daging ayam di konsumen tetap tinggi, harga ayam hidup di kandang terus merosot, menyebabkan kesulitan bagi peternak kecil dengan modal terbatas. Sebelumnya, Komunitas Peternak Nasional telah menuntut pemerintah kembali membudidayakan 100% kepada peternak UMKM mandiri dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyelamatkan peternak mandiri serta menstabilkan harga ayam hidup di atas Harga Pokok Produksi (HPP) peternak UMKM.

Ari Subagya, salah satu pemimpin rombongan pengusaha ternak, menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai gagal mensejahterakan pengusaha peternak ayam dengan modal terbatas. Ia menyoroti bahwa banyak peternak mandiri mengalami kebangkrutan akibat harga pakan yang mahal, membuat mereka kesulitan untuk berproduksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, Subagya menyampaikan, “Kami menuntut kepada pemerintah melalui Bapak Presiden agar menyampaikan kepada Badan Pangan Nasional, Kementerian BUMN, dan BUMD untuk menyerap ayam peternak yang dikelola masyarakat sesuai dengan undang-undang dan perlindungan bagi para petani pertama.”

Alfino, juru bicara komunitas tersebut, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan gugatan kepada pemerintah untuk mendapatkan perlindungan melalui presiden. Aksi ini bukan yang pertama kali dilakukan, sudah 10 kali dilakukan karena pemerintah dinilai tidak peduli terhadap para peternak.

“Kami berharap Presiden membuat Keppres untuk memberikan perlindungan bagi para petani ternak sesuai dengan undang-undang. Pemerintah harus melakukan penyerapan jika terjadi penurunan harga ayam hidup di bawah standar harga pokok produksi melalui badan atau lembaga yang berwenang,” tandas Alfino.

Alfino menyoroti keberatan mereka terhadap harga ayam hidup di kandang yang selalu berada di bawah biaya produksi peternak. Ia menegaskan bahwa harga ayam saat ini tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dan pemerintah tidak melakukan kontrol yang memadai.

“Harga ayam saat ini di bawah standar padahal sudah ada ketentuan harga jual dengan batasan Rp. 21.000 dan Rp. 23.000. Nah sampai saat hari ini harga Rp.16.000-17.000 pemerintah tidak melakukan apa-apa gak normal dan tidak dikontrol oleh pemerintah baik daerah ataupun Pusat,” tandasnya.

Alfino berharap presiden membuat Keppres untuk membuat perlindungan bagi para petani ternak dan sesuai dengan undang-undang. Ia juga mengatakan sesuai undang-undang pemerintah harus melakukan penyerapan jika terjadinya harga ayam hidup murah di bawah standar harga pokok produksi melalui badan ataupun lembaga lainnya.

“Karena harga jual ternak ayam hidup di bawah standar atau di bawah produksi maka banyak peternak yang tutup,” pungkasnya.

Aksi protes ini mencerminkan ketidakpuasan peternak terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro kepada peternak kecil. Mereka berharap agar langkah konkret diambil untuk menyelamatkan peternak mandiri dan menstabilkan harga ayam hidup di atas Harga Pokok Produksi (HPP).

Komentar Facebook

Berita Terkait

Ketum HMS Center Ingatkan Menkopolhukam Hadi Tjahjanto Tak Sekadar Lips Service Tangani Skandal BLBI
Kemenag Matangkan Program Ramah Lansia dan Mitigasi Risiko Haji 2024
Pionir Industri Dekorasi, Startup ArtDigest Jembatani Home Decor dan Estetika Ruang Hidup Demi Keberlanjutan Pembangunan
Tampil Dengan Kemasan Baru, Mustika Ratu Hair Care Series Kini Identik dengan Sentuhan Gen Z dan Milenial
Limbah Kerang Jadi Batako Penghasil Listrik di Tangan Mahasiswa
Enigwatch, Pionir Elegansi dan Fungsionalitas dalam Dunia Jam Tangan, Segera Wujudkan Toko Offline-nya
Ruzana Sabet Gelar Juara Sri Lanka International Series 2024
Indonesia Gagal Raih Gelar di BATC 2024, Begini Respons PBSI

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:42 WIB

Ketum Persis Sebut Kecurangan dan Hoaks adalah Musuh Bersama

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:39 WIB

PMI Kota Tangerang Bersama RSUD Kota Tangerang Ajak Masyarakat Untuk Berbagi Kesehatan Dengan Donor Darah

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:36 WIB

Ungkap Kedekatan Dante Cucunya dan Yudha Arfandi, Ibunda Tamara Tyasmara: Kami Begitu Hancur

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:34 WIB

Nikita Willy Kabarkan Dirinya Keguguran Calon Anak Kedua, Usia Kandungan 7 Minggu

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:27 WIB

Bakal Jadi Mertua Ayu Ting Ting, Ayah Lettu Fardana Tak Persoalkan Masa Lalu Calon Menantu

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:23 WIB

50 Bibit Cabai Ditanam di Masjid Al Hasanah Kalisari

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:20 WIB

Renaga Tahier Didugat Cerai Istri, Orang Ketiga Diduga Jadi Sebab

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:17 WIB

Sudin Pusip Jakut Edukasi Literasi Pelajar SD Negeri Sunter Agung 09

Berita Terbaru