Target Menang 90 Persen, Bamsoet Ajak Masyarakat Jangan Golput

- Editor

Jumat, 15 Desember 2023 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menggelar sosialisasi empat pilar di Candisari, Karanganyar, Kebumen. (Foto: Albar)

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menggelar sosialisasi empat pilar di Candisari, Karanganyar, Kebumen. (Foto: Albar)

Kebumen, Siaran Indonesia – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak masyarakat untuk datang ke TPS pada 14 Februari 2024 menggunakan hak suaranya dengan memilih calon presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif sesuai dengan hati nuraninya.

Tak hanya itu, legislator dari Dapil Jawa Tengah 7 yang akrab disapa Bamsoet itu juga mengajak masyarakat tidak menjadi golput sebagai golongan pencari uang tunai yang mengharapkan money politic atau ‘serangan fajar.

Wakil Ketua Partai Golkar itu mengingatkan keduanya sama-sama tidak sejalan dengan demokrasi Pancasila yang menekankan nilai dan budaya bangsa, di mana rakyat memiliki kedaulatan dalam arti yang sesungguhnya.

Bamsoet meyampaikan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan di Pemilu 2019 lalu ada sekitar 34,75 juta pemilih atau sekitar 18,02 persen dari total pemilih terdaftar yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput.

Angka tersebut sudah menurun dari Pemilu 2014, yang mencapai 58,61 juta pemilih atau sekitar 30,22 persen dari total pemilih terdaftar.

“Di Pemilu 2024, mari kita gunakan hak pilih dengan bijak. Jangan menjadi Golput, karena satu suara sangat menentukan nasib Indonesia di masa depan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan lima tahunan ini,” ujar Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Rumah Makan Candisari, Karanganyar, Kebumen, Jumat (15/12).

Ketua ke-20 DPR itu juga mengajak masyarakat jangan sampai terpapar golput sebagai golongan pencari uang tunai atau money politic.

Pada Pemilu 2019 lalu, kata Bamsoet, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam salah satu surveinya menemukan bahwa 40 persen responden mengakui menerima uang dari para peserta Pemilu 2019, tetapi tidak mempertimbangkan untuk tetap memilih mereka.

Sementara 37 persen lainnya mengaku menerima pemberian uang dan mempertimbangkan si pemberi untuk dipilih.

Menghadapi Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan (IKP) tematik mengenai isu politik uang.

“Di dalamnya menempatkan politik uang sebagai salah satu dari lima kasus terbesar dalam isu kerawanan Pemilu,” jelas Bamsoet.

Bamsoet mengingatkan politik uang sangat berbahaya bukan hanya bagi perkembangan demokrasi melainkan juga bagi perkembangan mental, akhlak, dan karakter bangsa.

Politik uang juga dapat menjadikan demokrasi Indonesia bukan menjadi demokrasi Pancasila, melainkan menjadi demokrasi NPWP (Nomor Piro Wani Piro).

“Jangan sampai mereka yang terpilih dalam Pemilu bukan karena integritas, kredibilitas, maupun popularitas, melainkan karena ‘isi tas’. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah hal ini,” tegas Bamsoet.

Pada kesempatan tersebut, Bamsoet yakin Golkar bisa menang Pemilu. Dan pihaknya juga bisa kembali lolos ke Senayan dengan kemanangan 90 persen ke atas. “Golkar solid, dan kita yakin meraih kemenangan dengan meraih 90 persen ke atas,” ucapnya. (Albar)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru