AMPHURI Gandeng Pfizer Gelar Edukasi Pentingnya Vaksinasi Pneumonia bagi Jemaah Haji dan Umrah

- Jurnalis

Kamis, 23 November 2023 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) berkolaborasi dengan Pfizer Indonesia (Pfizer) menggelar edukasi awam tentang Pneumonia. Inilah upaya nyata AMPHURI dan Pfizer untuk berkontribusi positif bersama para penyelenggara ibadah haji khusus dan umrah (PIHK/PPIU) dalam turut melindungi dan menguatkan imunitas masyarakat muslim yang akan melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Setidaknya, setiap tahun tercatat lebih dari 2 juta umat muslim dari penjuru dunia menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Dan di musim haji 1444H/2023M lalu, sebanyak 229.000 jemaah haji diantaranya berasal dari Indonesia. Sementara untuk umrah, jika pada musim umrah 1441/2019M sebelum pandemi covid-19 melanda dunia, Arab Saudi kedatangan 19,15 juta jamaah umrah. Kemudian pasca pandemi di tahun 1443H/2022M, mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 24,7 juta jamaah (29%). Dan di musim 1444H setidaknya Indonesia mengirimkan lebih dari 1 juta jamaah umrah.

“Pastinya, orang-orang yang berdatangan ke Saudi tersebut dengan kondisi yang berbeda-beda mulai dari usia, kesehatan, kerentanan terhadap penyakit dan kebersihan, sehingga menciptakan tantangan yang besar terhadap kesehatan dari jamaah,” papar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur, di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Meski sebagai orang awam, kata Firman, dirinya memahami bahwa berkumpulnya orang secara massal merupakan salah satu cara yang potensial untuk penyakit menular dapat berkembang dan menyebar secara luas. Infeksi saluran pernapasan, termasuk penyakit Meningitis, Pneumonia dan Influenza merupakan penyakit yang paling mudah dan umum untuk menular dan menyebar secara luas ketika adanya kerumunan manusia secara massal.

“Pada pelaksanaan ibadah haji dan umrah dimungkinkan sekali bisa menghadirkan banyak faktor risiko untuk terjadinya penularan penyakit Pneumonia,” ujarnya.

Karenanya, diperlukan adanya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi pernapasan dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umrah baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha penyelenggara ibadah haji dan umrah. Terlebih, jemaah haji Indonesia sampai hari ini masih didominasi kelompok lanjut usia (lansia) yang tentu saja memiliki resiko tinggi. Salah satu upaya pencegahanya adalah dengan vaksinasi bagi jemaah haji dan umrah.

“Hanya saja, masih perlunya sosialisasi yang berkelanjutan hingga masyarakat sadar akan bahaya dari penyakit Pneumonia ini,” kata Firman.

Untuk itu, Firman mengatakan, AMPHURI selaku asosiasi penyelenggara haji khusus dan umrah pertama dan terbesar di Indonesia bekerjasama dengan Pfizer Indonesia menginisiasi untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi Pneumonia bagi jamaah haji dan umrah.

“Alhamdulillah, hari ini, kami gelar pertemuan anggota dengan pakar kesehatan berupa edukasi awam pentingnya vaksinasi Pneumonia bagi jemaah haji dan umrah. Inilah upaya nyata AMPHURI dan Pfizer untuk berkontribusi positif bersama para penyelenggara ibadah haji khusus dan umrah dalam turut melindungi dan menguatkan imunitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci,” tegasnya.

Menurut Firman, acara seminar awam ini menghadirkan tiga pembicara yang pakar dan kompeten di bidangnya. Di antaranya Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD, K-AI, FINASIM, selain seorang akademisi sekaligus juga dokter spesialis penyakit dalam. Pembicara lainnya yaitu Dr. dr. Endy Muhammad Astiwara, MA, AAAJI, FIIS, seorang akademisi dan dokter yang juga pelaku usaha penyelenggara haji khusus dan umrah. Sementara dari unsur pemerintah hadir sebagai pembicara dr. Indro Murwoko, seorang dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Tim SDM Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Kementerian Kesehatan.

Medical Director PT Pfizer Indonesia, Richard Santoso mengatakan, saat ini, vaksin terhadap penyakit pneumonia telah tersedia dan direkomendasikan di banyak negara untuk mereka yang berisiko, termasuk negara Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Terkait penyakit pneumonia, Richard menyampaikan bahwa, belum lama ini Saudi Thoracic Society, organisasi di Arab Saudi menerbitkan pedoman tentang vaksinasi pneumonia untuk jemaah haji. Bahkan, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pada tahun 2023 juga telah menerbitkan Pedoman Imunisasi pada Orang Dewasa yang juga direkomendasikan vaksinasi pneumonia bagi calon Jemaah haji dan umrah.

Menurutnya, ada baiknya calon jamaah yang berusia di atas 50 tahun atau di atas 18 tahun yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, kardiovaskular, asma, serta ginjal untuk menerima vaksin Pneumonia, salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

“Akan tetapi, bukan hanya pada orang yang menderita penyakit kronis, penyakit ini juga bisa dialami oleh mereka yang sehat. Karena, Pneumonia adalah penyakit menular yang membuat orang lain terinfeksi melalui bersin dan batuk,” jelasnya.

Kolaborasi dengan AMPHURI dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi bagi PIHK dan PPIU ini merupakan salah satu rangkaian program yang dilakukan Pfizer dalam memperingati Hari Pneumonia Sedunia yang jatuh pada tanggal 12 November. Pfizer juga menyediakan rumah konten digital Paru-Paruku Kesayanganku berisi berbagai informasi edukasi mengenai penyakit pernapasan, termasuk pneumonia yang dapat diakses di www.pfi.sr/paruparukukesayanganku. (*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

PKBM PRIMAGO INDONESIA ikut Memeriahkan Lebaran Depok 2024 dengan Penampilan Drama Budaya
Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS
Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda
Jamaah Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 29 Zulkaidah, Ada Sanki Berat Bagi PPIU dan Jamaah Jika Dilanggar
Masuk Kedai Tuli, Kemenag Kota Gorontalo Layak Zona Integitas
Jadikan Undip Milik Bersama, Rektor Suharnomo Jaring Aspirasi Mahasiswa
Jemaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci
Mohammad Idris: Pemkot Depok Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus 

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 10:11 WIB

MI Mumtaza Islamic School Pondok Cabe Gelar Goes To Jogja bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:28 WIB

Ngubek Empang, Tradisi Lebaran Betawi Depok Simbol Kebersamaan

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:34 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Adakan Goes to Bandung Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Kamis, 9 Mei 2024 - 18:32 WIB

SMK Arrahman Depok Kunjungan ke Bandung Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:26 WIB

SMA Pelita Depok Adakan Goes To Bandung bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 12 Februari 2024 - 10:30 WIB

SMK Tirtajaya Depok Kunjungan Industri ke Jogja dengan Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 6 Februari 2024 - 09:41 WIB

SMK Annur Depok Kunjungan Industri ke Bandung dengan Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 5 Februari 2024 - 13:45 WIB

Umrah Murah Cuma Rp 22 Juta, Begini Syaratnya

Berita Terbaru

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dalam upacara 17-an bulan Februari dan pembinaan ASN Pemkab Kebumen, di Lapangan Setda Kebumen, Jumat (17/2/2023). (Foto : Kebumenkab.go.id)

Daerah

Bupati Kebumen Sebut Larangan Study Tour Terlalu Berlebihan

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:39 WIB

Daerah

Inginkan Perubahan, Bima Arya Dukung SS

Senin, 20 Mei 2024 - 20:39 WIB

Daerah

Ajukan CLTN Supin Suri Mundur Dari Jabatan Sekda

Senin, 20 Mei 2024 - 20:34 WIB