Ahmad Fikri Gencar Membumikan Aksara Nusantara

- Jurnalis

Kamis, 1 Juni 2023 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Ketahanan dan pertahanan negara bukan hanya dinilai dari besarnya pasukan keamanan serta canggihnya teknologi peperangan. Namun, ketahanan dan pertahanan negara juga didasarkan dari eksistensi aksara yang digunakan oleh sebuah negara.

Hal itu disampaikan oleh Ahmad Fikri AF selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bina Aksara dan Inisiator Kampung Aksara Pacibita Yogyakarta.

Menurutnya, saat ini negara harus mengakui eksistensi aksara lokal di nusantara, bahkan kalau perlu diantara 30 aksara lokal disatukan dan dirumuskan ulang untuk menjadi aksara persatuan.

“Semua negara-negara yang tidak punya tradisi menulis latin, hari ini berlomba-lomba untuk dapat pengakuan di jagad digital aksaranya itu sesuatu yang harus eksis di dunia digital. Oleh sebab itu kita harus memulai ke arah digital,” ucap Ahmad Fikri kepada wartawan dalam diskusi publik beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ahmad Fikri menjelaskan bahwa pengakuan terhadap aksara lokal nusantara dalam konteks ketahanan pertahanan negara adalah mengantisipasi isu subversi atau isu pemisahan masyarakat, maupun isu mereka yang mau membentuk negara sendiri.

“Nah dengan aksara ini maka ini akan memperteguh negara kesatuan Indonesia,” ujarnya.

Hal ini juga menurut Ahmad Fikri sebagai upaya merumuskan lagi identitas nasional. Masyarakat Indonesia saat ini tidak punya rasa percaya diri ketika berhadapan dengan orang luar negeri, hal ini disebabkan karena kita tidak memiliki aksara, dan yang kita pakai yaitu aksara latin yang merupakan aksaranya orang Eropa.

“Aksara itu kan ekspansif, menguasai peradaban, aksara latin juga menguasai peradaban. Begitu juga dengan bahasa atau aksara Arab yang digunakan oleh umat Islam, makanya bahasa itu ekspansif,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ahmad Fikri berharap kepada siapapun yang menjadi pemimpin di negeri ini untuk membuat undang-undang yang sekarang belum ada payung hukumnya terkait dengan pengakuan terhadap seluruh aksara-aksara Nusantara yang wajib diajarkan kepada masyarakat langsung.

“Kan ada 7000 bahasa di Indonesia tapi yang punya aksara sekitar 30an. Mereka yang punya aksara pasti mempunyai peradaban yang lebih tua. Ada aksara Aceh, aksara Batak, Minang, Lampung, aksara Ulu Palembang, aksara Jawa, aksara Dayak, aksara Bali, aksara Makasar dan lainnya,” sambungnya.

Aksara yang dimiliki di setiap daerah harus kembali diajarkan kepada anak didik di sekolah. Sekarang banyak anak-anak di sekolah belajar aksara Jawa, namun mereka kesulitan menghafal aksara Jawa. Ia pun mengaku mempunyai metode supaya mereka cepat menghafal aksara jawa.

“Kita ada bukunya cara cepat belajar aksara Jawa, satu haru sudah bisa menulis aksara Jawa,” terangnya.

Lebih jauh, Ahmad Fikri menjelaskan bahwa aksara membentuk nalar dan dari nalar itulah melahirkan budaya.

“Cara orang berbicara bisa berbeda hanya gara-gara pengaruh aksaranya, misal di Latin ada koma dan titik, sedangkan di Jawa tidak ada. Yang diolah adalah rasa. kita memahami satu paragraf kalau kita membaca huruf latin tidak penting paham pokok kalimat satu paragraf, membaca dulu baru paham. Tapi aksara nusantara tidak seperti itu, harus paham dulu konteknya, baru bisa membacanya. Itu aja proses nalarnya berbeda,” jelasnya.

Saking pentingnya hal ini, sejak tahun 2015 bersama temen-teman di Jogjakarta, Ia pun intens mengkampanyekan aksara nusantara.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Buya Anwar Abbas: Untuk Keselamatan, Jemaah Lebih Baik Ikut Skema Murur
Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok
Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok
Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri
58% Orang Tua Pilih Pendidikan Vokasi Bagi Anak
DPD Hanura Papua Tengah Dukung Penuh Oesman Sapta Pimpin Kembali Partai Hanura 2024-2029
Lho! Bahan Makanan untuk Jemaah Haji Indonesia Diimpor dari Thailand
103 Lulusan Sekolah Usaha Perikanan Diserap Perusahaan Asing

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:52 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 2 Adakan Kegiatan Trip To Yogya 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:27 WIB

SMP Arrahman Depok Adakan TRIP Ke Pengalengan

Minggu, 26 Mei 2024 - 23:00 WIB

SMP Wira Buana Bogor Tour Wisuda to Bandung

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:33 WIB

SMPIK Al-Khoeriyah Depok Adakan Trip to Yogyakarta

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:28 WIB

SMP Tirtajaya Depok Adakan Tour Wisuda to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 20 Mei 2024 - 10:13 WIB

SMK Tirtajaya Depok Axakan Trip Bromo Jogja bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 20 Mei 2024 - 10:11 WIB

MI Mumtaza Islamic School Pondok Cabe Gelar Goes To Jogja bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:28 WIB

Ngubek Empang, Tradisi Lebaran Betawi Depok Simbol Kebersamaan

Berita Terbaru

Rebel hadir dengan warna Gunmetal Black Metallic. - Foto AHM

Otomotif

AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Rabu, 12 Jun 2024 - 10:53 WIB