FGMI Apresiasi Permintaan Maaf Kapolda Metro Usai Viral Mario Dandy Pasang Dan Lepas Ties Sendiri

  • Bagikan

Siaranindonesia.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto meminta maaf atas viralnya video tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora (17), Mario Dandy Satriyo (20), yang bisa melepas dan memasang kabel ties untuk mengikat tangannya sendiri.

Irjen Karyoto mengatakan, ia telah memerintahkan Kabid Propam Polda Metro Jaya untuk menyelidiki terkait adanya perlakuan istimewa yang diberikan kepada MDS sebagai tersangka.

“Saya selaku penanggungjawab daripada Polda Metro saya minta maaf dan saya juga perintahkan Kabid Propam untuk memeriksa apakah ada hal hal yang dilakukan oleh anggota kami secara standar operasi prosedur ada yang dilanggar dan secara kepatutan apakah ada peraturan peraturan disiplin yang dilanggar,” kata Irjen Karyoto saat konferensi pers, Minggu (28/5).

Selanjutnya, Irjen Karyoto juga mengatakan bahwa kejadian seperti ini menjadi masukkan baginya dan jajaran Polda Metro Jaya untuk melakukan Perbaikan. Ia pun berjanji akan segera mengavaluasi penanganan terhadap tersangka.

“Yang jelas kalau memang ini menjadi semacam koreksi bagi Polda Metro. Saya terima dan saya terima kasih kepada netizen yang memberikannya kritikan masukan terhadap penanganan yang seolah-olah seperti privilege,” ucap Karyoto.

“Terima kasih kepada netizen. Saya berjanji ke depan apapun kritikan akan kami perhatikan dan ini akan menjadi bahan masukkan buat kami untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.

Irjen Karyoto selaku Kapolda Metro Jaya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan pelayanan yang istimewa kepada Mario Dandy.

“Kami tidak memberikan pelayanan yang istimewa kepada Mario Dandy karena apapun tugas kami adalah menyelesaikan berkas perkaranya dan saya kembali apa yang disampaikan masyarakat, sekecil apapun itu menjadi bahan perbaikan buat kami. Kami sangat terima kasih,” ucap Karyoto.

Menanggapi hal tersebut, Muhamad Suparjo SM selaku Ketua Umum FGMI (Forum Generasi Milenial Indonesia) dan juga sebagai pengawas eksternal Polri mengatakan bahwa jika kejadian itu benar maka akan menjadi pelajaran dan pengalaman untuk jajaran Kepolisian khususnya Polda Metro Jaya.

“Tentu jika kejadian itu benar, maka menjadi pelajaran bagi jajaran Polda Metro agar tidak terjadi di kemudian hari”, kata Suparjo kepada awak media (28/05).

Selanjutnya, Suparjo mengatakan hal yang menarik dari kejadian itu adalah adanya rasa lapang dada dari Kapolda Metro Irjen Karyoto yang meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Permintaan maaf dari Irjen Karyoto selaku Kapolda Metro suatu bentuk rasa lapang dada dan gentelman atas kejadian tersangka MDS yang dapat memasang dan melepas kabel ties dengan sendirinya”, ujar Suparjo.

“Adanya evaluasi yang langsung diintruksikan oleh Irjen Karyoto terhadap jajaranya merupakan bentuk keterbukaan Kapolda Metro menerima masukkan dan aspirasi publik, serta sebagai bentuk perbaikan untuk kedepannya”, sambungnya.

Suparjo juga menambahkan bahwasanya apa yang dilakukan oleh Irjen Karyoto saat konferensi persnya dan langsung meminta maaf kepada publik serta mengavaluasi penanganan MDS sebagai tersangka adalah wujud tanggung jawab dari seorang pemimpin.

“Kita harus apresiasi apa yang dilakukan oleh Kapolda Metro, itu merupakan suatu bentuk cerminan dari seorang pemimpin”, tambahnya.

Suparjo juga mengajak seluruh masyarakat agar selalu mendukung serta mengawasi kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh institusi Polri.

“Kita perlu dukung dan awasi institusi Polri, jika kegiatannya positif maka kita apresiasi dan jika ada kesalahan maka kita harus koreksi bersama. Karena saya yakin Polri selalu menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat”, tutup Suparjo kepada awak media (28/05).

  • Bagikan