Ancaman 800 Juta Orang Kelaparan, Presiden Musti Hentikan Pembayaran Bunga Rekap di APBN 2023

- Jurnalis

Jumat, 12 Agustus 2022 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com – Pemerintah harus menghapus semua mata anggaran yang tidak berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat seperti pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Pasalnya, pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex BLBI membuat anggaran untuk rakyat menjadi terbatas karena anggaran tersedot habis untuk hal yang tidak penting.

Demikian diungkapkan Staf Ahli Pansus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Hardjuno Wiwoho, di Jakarta, Jumat (12/8).

“Sejak dahulu, saya menyerukan agar stop pembayaran subsidi bunga obligasi rekap ex BLBI ini. Ini anggaran yang tidak produktif. Alihkan anggaran itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan 800 juta jiwa penduduk dunia terancam kelaparan.

Presiden juga menyatakan bahwa subsidi BBM telah mencapai Rp 502 triliun.
“Ini warning bagi anggaran kita. Kalau terus dipakai untuk hal-hal yang tidak penting maka ini menjadi ancaman bagi masa depan anak cucu bangsa ini,” terangnya.

Hardjuno memuji komitmen Presiden Jokowi yang telah menunjukkan kekuatan seorang pemimpin saat mendorong Polri menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J.

Karena itu, sudah saatnya Presiden menunjukkan kekuatan pada konglomerat-konglomerat yang selama ini mengangkangi negara dengan menikmati bunga rekap hingga Rp 50-an triliun per tahun yang diambil dari APBN.

“Obligasi rekap BLBI ini borok yang bikin sakit semua tubuh kita. Kita semua, pajak rakyat dipakai untuk membayar bunga selama 23 tahun sejak 1999 yang bank-banknya hari ini sudah jadi bank raksasa semua. Sampai kapan dibiarkan?” tandas Hardjuno.

Hardjuno menegaskan, jika pajak rakyat terus dibiarkan untuk membayar beban subsidi bunga obligasi rekap sampai 2043 jelas sangat tidak adil.
Karena angkanya bernilai total Rp 4000 triliun.

“Jumlah yang fantastis sekali. Ini sangat berbahaya, apalagi tingkat kemiskinan hari ini masih dua digit dan ancaman kelaparan di depan mata,” terangnya.
“Alangkah baiknya, dana yang sangat besar itu dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Hardjuno menilai, ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi situasi ketidakpastian.

Apalagi, saat ini semua negara dalam tekanan keuangan hebat.
Pasalnya, anggaran besar untuk pandemi Covid kemarin berasal dari utang.
“Dan hari ini memanasnya geopolitik dan juga perubahan iklim menaikkan inflasi saat ekonomi sedang mundur,” ulasnya.

“Harga barang naik tapi pendapatan turun. Ini situasi berat sekali,” imbuhnya.
Untuk itu, Hardjuno menyerukan agar Presiden Jokowi mengambil sikap tegas saat menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan 2023 pada 16 Agustus nanti.

Salah satu bentuk ketegasan sikap presiden jelasnya dengan berani menyetop pembayaran bunga rekap.
“Itu akan jadi proklamasi kemerdekaan dari konglomerat hitam negeri ini,” tandas Hardjuno.
Lebih lanjut, Hardjuno menegaskan skandal BLBI ini akan menjadi catatan ssejarah kelam dan dosa sejarah yang akan di terima anak cucu bangsa ini jika tidak dituntaskan.

“Makanya, saya meminta pemerintah untuk berani dan katakan stop dan hentikan pembayaran bunga subsidi obligasi rekap ex BLBI,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Buya Anwar Abbas: Untuk Keselamatan, Jemaah Lebih Baik Ikut Skema Murur
Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok
Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok
Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri
58% Orang Tua Pilih Pendidikan Vokasi Bagi Anak
DPD Hanura Papua Tengah Dukung Penuh Oesman Sapta Pimpin Kembali Partai Hanura 2024-2029
Lho! Bahan Makanan untuk Jemaah Haji Indonesia Diimpor dari Thailand
103 Lulusan Sekolah Usaha Perikanan Diserap Perusahaan Asing

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:52 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 2 Adakan Kegiatan Trip To Yogya 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:27 WIB

SMP Arrahman Depok Adakan TRIP Ke Pengalengan

Minggu, 26 Mei 2024 - 23:00 WIB

SMP Wira Buana Bogor Tour Wisuda to Bandung

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:33 WIB

SMPIK Al-Khoeriyah Depok Adakan Trip to Yogyakarta

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:28 WIB

SMP Tirtajaya Depok Adakan Tour Wisuda to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 20 Mei 2024 - 10:13 WIB

SMK Tirtajaya Depok Axakan Trip Bromo Jogja bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 20 Mei 2024 - 10:11 WIB

MI Mumtaza Islamic School Pondok Cabe Gelar Goes To Jogja bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:28 WIB

Ngubek Empang, Tradisi Lebaran Betawi Depok Simbol Kebersamaan

Berita Terbaru

Rebel hadir dengan warna Gunmetal Black Metallic. - Foto AHM

Otomotif

AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Rabu, 12 Jun 2024 - 10:53 WIB