Ribuan Santri, Kyai, dan Warga Kebumen Doakan Ganjar Jadi Presiden 2024

  • Bagikan

Lautan manusia di desa Krandegan, kec. Puring, kab. Kebumen. Ratusan kyai-kyai masjid dan pengasuh-pengasuh pondok pesantren di Kebumen, serta ribuan santri dan warga Kebumen, berharap Ganjar Pranowo bisa menjadi Presiden RI 2024. Keinginan para kyai, santri dan warga tersebut tersampaikan dalam doa bersama dan deklarasi di Pondok Pesantren Al-Qarawiyin, desa Krandegan, Kec. Puring, Kab. Kebumen, Jawa Tengah.

Acara ini juga dimeriahkan dengan lomba rebana se-Kebumen. Selain itu, juga menghadirkan artis nasional Sayid Zulfikar Basyaiban Al-Idrisi dan Veve Zulfikar.

“Ini merupakan keinginan dari sejumlah ulama di Kebumen, dari sejumlah pengasuh pesantren, kyai masjid di Kebumen. Pesantren Al-Qarawiyin tentu senang menjadi yang berketempatan menyalurkan keinginan beliau-beliau ini yang kebetulan seirama. Juga acara ini bersamaan Harlah Pesantren ini,” papar Gus Rahmat, pengasuh Pesantren Al-Qarawiyin, Sabtu, (18/06/2022).

Dalam acara tersebut, juga diikuti sedikitnya oleh 2000 warga Kebumen serta para santri. Tampak ratusan pedagang di jalan. Antusiasme warga dan santri dalam mengikuti acara ini juga terlihat dengan komplek pesantren yang membludak.

Terlihat dari jamaah yang hadir harus rela berdesakan, berdiri di jalan kabupaten, serta di emperan toko dan emperan rumah-rumah warga. Meski demikian, mereka tampak khusu’ dan semangat hingga larut malam.

“Kami beserta seluruh warga lainnya disini bergotong-royong untuk menggelar ‘Harlah Pesantren Al-Qarawiyin dan Doa Bersama untuk Bapak Ganjar Pranowo Presiden RI 2024’, tentu kami sangat senang dan semangat mengikuti acaranya meskipun sampai larut malam,” kata Udin, warga desa Krandegan, kec. Puring ini saat dipenghujung acara.

Adapun ratusan kyai dan pengasuh pesantren yang tergabung dalam “Asosiasi Kyai & Pengasuh Pesantren Kebumen”, yang membaca deklarasi dukungan ke Ganjar Pranowo agar menjadi Presiden 2024 dalam acara ini diantaranya yaitu, pengasuh Pondok Pesantren Insan Kamil, pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiah, pengasuh masjid Al-Furqon, pengasuh masjid Jabal Nur, pengasuh masjid Kauman Puring, pengasuh Gunung Tembak.

Terlihat juga pengasuh masjid An-Nur, pengasuh masjid Al-Mubarok, pengasuh masjid Al-Iman, pengasuh masjid Al-Hujroh. Kemudian pengasuh Kedaleman Wetan, pengasuh masjid Miftahul Huda, pengasuh masjid Al-Yasir, pengasuh Sitiadi, pengasuh Puliharjo.

Juga tampak mengikuti pengasuh Hidayatul Atfal, pengasuh masjid Darul Hasan, pengasuh masjid Nurul Huda, pengasuh masjid Baiturahim, pengasuh masjid Darussalam. Hadir pula pengasuh masjid Al-Islah, pengasuh masjid Al-Ihsan, pengasuh masjid Darul Jannati.

Terlihat juga pengasuh Pesantren Al-Qarawiyin, pengasuh masjid Babussalam, pengasuh An-Nur Buayan, pengasuh masjid Baitul Hidayah, pengasuh Raden Bonang, pengasuh Baitul Iman. Lalu ada pengasuh masjid Al-Ihsan, pengasuh masjid Baitul Hidayah, pengasuh masjid Baiturrohim, pengasuh masjid Al-Irsyad, pengasuh masjid Sabilal Muttaqin, pengasuh masjid Al-Hikmah, pengasuh masjid Barokah, pengasuh Mumtad, dan banyak lainnya.

Jamaah Membludak dari Komplek Pesantren, Sampai Berdesak-Desakan di Emperan Toko-Toko dan Emperan Rumah-Rumah Warga
  • Bagikan