Apa Jadinya Jika Dunia Tanpa Aturan.

- Editor

Rabu, 12 Januari 2022 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Kalau kalian harus memilih mana yang lebih mending di penjara seumur hidup atau dihukum mati? . Oke mungkin atau lebih tepatnya semoga kita nggak akan dihadapin sama pilihan kita kan itu cuma terjadi sama kriminal.

Kita selama ini hidup tenang menurut aturan yang ada, tapi tunggu dulu kadang-kadang peraturan juga justru suka bikin kebebasan. kita terkekang di sekolah jalanan kita dipaksa nurut aturan kalau di rumah enggak nurut aturan orang tua uang jajan pun hilang.

Jadi sebenarnya apakah peraturan yang lebih banyak untung atau rugi ke kehidupan kita dan apa jadinya jika hidup ini tidak ada aturan. Mungkin orang bakal bebas ngatain satu sama lain tanpa takut dilaporin anak-anak di bawah umur.

Bisa masuk ke disco atau koruptor bisa lolos tanpa dihukum atau kayak di film bisa bebas bunuh orang yang kita benci. Kita harus sadar juga kalau wujud aturan Itu nggak cuma hukum tertulis aja ternyata ada juga yang tidak tertulis kayak norma masyarakat.

Selain itu, peraturan main game atau pertandingan jadi seru yang membuat badan kita juga bekerja dengan ngikutin aturan-aturan. Ternyata kalau kita lihat sekeliling selalu ada aturan di tiap sudut. Jika kehidupan dunia ini tanpa peraturan itu mustahil.

Oke mari sama-sama dorong balik jarum jam karena dunia minim aturan adanya di zaman purba doang. Jangankan hukum aturan berbahasa pun belum ada cuma hukum alam. Tapi ternyata aturan itu ke bentuk secara natural biar spesies kita bisa saling bersekutu dan bertahan hidup.

Contohnya lihat aja singa atau semut yang punya aturan sendiri dan tiap individunya jadi bisa kayak kerja sama. Manusia pun juga sama dulu kita tidak bakalan begini, hukum sosial pun muncul dengan sendirinya.

Dari masyarakat dan jadi faktor yang bikin kita bisa berhimpun dalam ribuan bahkan jutaan dan membangun peradaban. Oke begitulah zaman dulu, sekarang bisakah kita hidup kembali tanpa hukum.

Misalnya gimana kalau tidak ada yang namanya pemerintah ? Fakta nya ada juga negara-negara yang sempat tidak punya pemerintahan.
Contohnya Belgia, Spanyol dan Irlandia Utara yang jalan berbulan-bulan bahkan tahun tanpa ada pemerintah resmi.

lebih serem ada maling penuh pertumpahan darah dari meletusnya Perang Saudara. Selama belasan tahun Somalia tidak punya pemerintahan aktif yang bisa melindungi rakyatnya. Dengan begitu, ibarat paradox tanpa peraturan justru tidak ada kebebasan.

Tapi saat peraturan yang ada Malah nyakitin ngerugiin atau bahkan bagi terminasi. banyak orang itu bisa jadi senjata berbahaya di tangan mereka yang harus kuasa.

Kalau gitu jika teknologi bisa membantu masyarakat di masa depan jadi adil dan tertib. Mungkinkah nanti kita bisa hidup bebas dan aman tanpa adanya pihak yang berwenang?

(sumber : youtube)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar
Negara di Bawah Kuasa Algoritma: Merebut Kembali Kualitas Ruang Publik
Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan
Tani Merdeka Sultra Dukung Perbaikan Tata Kelola MBG, Minta Dana Tepat Sasaran
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur
Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya
Polemik Tiket Muara Angke, Wakadishub DKI Ujang Harmawan Buka Suara, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Masih Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2

Rabu, 23 September 2026 - 14:50 WIB

Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 19:47 WIB

Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik

Rabu, 16 September 2026 - 17:27 WIB

Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru

Nasional

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar

Senin, 5 Okt 2026 - 13:40 WIB

Nasional

Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan

Senin, 5 Okt 2026 - 10:19 WIB