Data ADB 22 Juta Rakyat Kelaparan Kronis Era Jokowi, Kemana Saja Jokowi?

- Editor

Senin, 10 Januari 2022 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Lembaga riset internasional Asian Development Bank (ADB) memberikan kabar terkait riset terhadap kondisi Indonesia.

ADB mengungkap bahwa ada sebanyak 22 Juta rakyat Indonesia jatuh pada kelaparan kronis pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal ini membuat data pertumbuhan ekonomi dan pembangunan insfrastruktur berbanding terbalik alias jomplang.

Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia Farkhan Evendi menyebut data yang disampaikan oleh ADB sangat memberikan cambukan bagi pemerintah serta segera mengevaluasi kinerja pemerintah khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

“Semua rusak oleh data ini namun perlu juga diketahui lembaga sosial yang beragam pun sebetulnya sudah kerja keras membantu pemerintah tapi itupun gagal menutupi sebagian besar perut rakyat yang masih miskin, “ujarnya Farkhan, Senin (20/1/2022).

Menurut Farkhan, data ADB tersebut juga membuat Jokowi akan dikecam orang bila kemudian ada keluarganya yang malah sibuk berkecimpung memikirkan politik apalagi masuk dalam pencalonan gubernur, selanjutnya termasuk juga bisnis yang dijalankan keluarga Jokowi yang melejit entah darimana saja datanya.

“BMI menghimbau agar Presiden mengevaluasi para menteri khususnya Airlanggga selaku pimpinan tim ekonomi Presiden,”tegasnya.

BMI menilai bahwa ekonomi kerakyatan telah diabaikan oleh Jokowi sehingga pembangunan jangka panjang berupa memutus mata rantai kemiskinan tak dilaksanakan dengan baik.

“Selain itu pembangunan pendidikan tak diprioritaskan pemerintah, negara lebih suka membangun gedung dan tol dari pada membangun masa depan kualitas sumber daya alam, tanpa memprioriraskan pendidikan jangan harap ada perbaikan kesejahteraan, carity pemerintah di bidang sosial, UMKM dan pendidikan sangat lemah, pemerintah lebih berpedoman pada sesungguhnya kekuasaanku, kebijakanku, perhatianku adalah untuk oligharki, konglomerat dan kekuatan asing,” kata Farkhan.

Selain itu, data kelaparan kronis yang menimpa warga juga jelas semakin menjauhkan negara dari upaya pemenuhan gizi warga.

Maka kelaparan adalah puncak masalah bangsa dimana jumlah bayi stunting meningkat, kriminalitas meningkat, negara terkesan cuek

“Negara seperti ibu tiri jahat yang membiarkan anaknya kelaparan lalu dia sibuk bersolek dan berjalan kesana kemari sedang tangisan anaknya yang lapar diabaikan, negara tanpa rakyat yang kuat hanya akan menunggu hancurnya saja beserta hutang-hutangnya yang menggunung,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar
Negara di Bawah Kuasa Algoritma: Merebut Kembali Kualitas Ruang Publik
Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan
Tani Merdeka Sultra Dukung Perbaikan Tata Kelola MBG, Minta Dana Tepat Sasaran
SMP Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Bagi Orang Tentang “Membaca Hasil Potensi Anak Melalui Test PRIMAGEN” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur
Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya
Polemik Tiket Muara Angke, Wakadishub DKI Ujang Harmawan Buka Suara, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Masih Bungkam

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi

Jumat, 25 September 2026 - 17:00 WIB

UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2

Rabu, 23 September 2026 - 14:50 WIB

Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 19:47 WIB

Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik

Rabu, 16 September 2026 - 17:27 WIB

Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu

Rabu, 2 September 2026 - 19:38 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

Berita Terbaru

Nasional

Puncak HSN 2026 Kota Depok akan Hadirkan Gus Kautsar

Senin, 5 Okt 2026 - 13:40 WIB

Nasional

Tiket Murah Angke Disorot, kadis DKI Turun Tangan

Senin, 5 Okt 2026 - 10:19 WIB